Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah meningkatnya kekhawatiran global terhadap deforestasi dan perubahan iklim, konsumen kini lebih selektif dalam memilih produk berbahan kayu dan kertas. Salah satu indikator paling tepercaya untuk memastikan produk tersebut berasal dari sumber yang bertanggung jawab adalah label FSC (Forest Stewardship Council). Sertifikasi ini bukan sekadar label, melainkan sistem tata kelola hutan yang diakui secara internasional.
Forest Stewardship Council (FSC) didirikan pada 1993 sebagai respons atas kegagalan kesepakatan global untuk menghentikan deforestasi pada KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992. Sekelompok bisnis, aktivis lingkungan, dan pemimpin masyarakat adat berkumpul di California untuk menciptakan sistem berbasis pasar yang mampu mengidentifikasi hutan yang dikelola dengan baik sebagai sumber produk kayu yang bertanggung jawab.
Sejak saat itu, FSC berkembang menjadi organisasi nirlaba global yang menetapkan standar untuk pengelolaan hutan yang layak secara lingkungan, bermanfaat secara sosial, dan menguntungkan secara ekonomi.
FSC menjalankan fungsinya melalui sistem sertifikasi yang ketat yang mencakup dua bidang utama:
Baca juga: Pengertian Knowledge Worker Bidang Kerja, Gaji, Tren Masa Depan
Sertifikasi FSC memberikan dampak nyata bagi ekosistem hutan, di antaranya:
Baca juga: Perbedaan Ekonomi Mikro dan Makro Pengertian, Ruang Lingkup, dan Contoh
Bagi pelaku industri, mendapatkan sertifikasi FSC bukan hanya soal etika, tetapi juga strategi bisnis yang cerdas. Beberapa manfaatnya meliputi:
| Aspek Manfaat | Penjelasan |
|---|---|
| Akses Pasar Global | Banyak negara maju (terutama di Eropa dan Amerika Utara) mewajibkan sertifikasi FSC untuk produk impor kayu. |
| Reputasi Merek | Meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap komitmen keberlanjutan perusahaan. |
| Kepatuhan Regulasi | Membantu perusahaan memenuhi undang-undang perdagangan kayu internasional seperti EUTR atau Lacey Act. |
Baca juga: Daftar Bunga Deposito Bank Terbaik di Indonesia 2025, Pilih yang Paling Cuan
Sertifikasi FSC adalah instrumen vital dalam menjaga paru-paru dunia. Dengan memilih produk berlogo FSC, konsumen secara langsung mendukung praktik kehutanan yang menghargai alam dan manusia. Bagi perusahaan, sertifikasi ini ialah investasi jangka panjang untuk memastikan keberlangsungan pasokan bahan baku sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, kearifan lokal harus dimanfaatkan dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS).
MENTERI Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, keterlibatan petani hutan dalam menjaga kelestarian hutan adalah hal yang sangat krusial.
MENTERI Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjelland Eriksen, mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan.
HARI Pelanggan Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa konsumen memiliki peran besar dalam menjaga berkelanjutan dengan memilih produk berlabel FSC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved