Alasan 4.163 Peserta Magang Nasional Mundur

Media Indonesia
24/4/2026 20:26
Alasan 4.163 Peserta Magang Nasional Mundur
Seorang peserta memperlihatkan kartu pengenal Program Magang Nasional saat masa orientasi hari kedua di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Dumai, Riau, Selasa (25/11/2025). Sebanyak 27 orang peserta Magang Nasional Batch 2 lulusan baru (fresh graduate) perguruan( ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/sgd)

PENGUNDURAN diri massal sebanyak 4.163 peserta dalam program magang nasional menjadi sorotan tajam publik. Angka yang signifikan ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas dan kondisi kerja yang ditawarkan dalam program strategis tersebut.

Penyebab Pengunduran Diri

Ia menjelaskan salah satu faktor utama yakni peserta yang lebih dulu diterima sebagai karyawan tetap di perusahaan atau instansi lain.  Sedangkan, ebagian peserta, ujar dia, sudah melamar pekerjaan sebelum mengikuti program magang nasional.

"Hal ini merupakan bagian dari dinamika program, di mana terdapat peserta yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan," terang Anwar.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker Anwar Sanusi menjelaskan dari 16.112 peserta magang nasional yang lolos seleksi awal, jumlah peserta aktif hingga akhir program hanya tersisa 11.949 orang. Sebanyak 4.163 orang yang undur diri dari program itu.

"Berdasarkan proses seleksi, terpilih 14.952 peserta batch pertama atau 1A dan 1.160 batch 1B sehingga total 16.112. Namun dalam perjalanannya jumlah peserta aktif mengalami pengurangan, sehingga jumlah peserta aktif batch pertama tercatat 11.110 peserta untuk yang 1A, dan 1B 839 sehingga totalnya 11.949 peserta," kata Anwar dalam penutupan Program Magang Nasional Batch 1, disiarkan pada YouTube@KemnakerRI, Jumat (24/4).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut sebagian peserta magang  telah direkrut perusahaan. Data monitoring Kemenaker, kata dia, angka rekrutmen berkisar 20 persen hingga 30 persen. Sedangkan, perusahaan yang belum merekrut karena kondisi internal. 
 

(H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya