Industri F&B Bergerak Dinamis, Pelaku Usaha Dituntut Lebih Adaptif

Rahmatul Fajri
24/4/2026 19:20
Industri F&B Bergerak Dinamis, Pelaku Usaha Dituntut Lebih Adaptif
Ilustrasi(Dok Istimewa)

INDUSTRI makanan dan minuman (F&B) kini terus bergerak dinamis dengan kebutuhan yang semakin luas terhadap produk dan akses lintas negara.

Dalam beberapa waktu terakhir, dinamika global ikut memengaruhi rantai pasok, termasuk ketersediaan bahan baku makanan hingga kebutuhan dasar kemasan seperti plastik.

Hal ini membuat para pelaku usaha dituntut lebih adaptif dalam mencari alternatif sumber produk dan mitra dari berbagai sumber.

Melihat kondisi tersebut, MoreFood Expo 2026 hadir sebagai ajang yang membuka akses bagi para pelaku industri menemukan produk, pemasok, dan solusi global dalam satu tempat.

Dengan lebih dari 1.200 exhibitor lokal dan internasional, ajang yang akan digelar pada 7–10 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, ini jadi hub untuk mempertemukan pemasok global dengan buyer di Indonesia dan Asia, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha untuk terlibat dalam jaringan distribusi.

"MoreFood Expo 2026 menghadirkan ruang eksplorasi bagi pelaku usaha dan pengunjung untuk menjelajahi produk, inovasi, serta akses industri F&B dari berbagai negara dalam satu kunjungan terintegrasi," kata General Manager of Huamo Group (MoreFood Expo) Carrie Wang di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Carrie mengatakan MoreFood Expo dirancang agar pengunjung mendapatkan pengalaman yang benar-benar sesuai kebutuhan.

“Kami ingin MoreFood Expo benar-benar memberi nilai nyata bagi pelaku industri F&B di Indonesia. Di sini, mereka langsung bertemu supplier lokal dan internasional bermutu dan terkurasi, melihat lebih banyak pilihan, membandingkan secara langsung, dan menemukan opsi yang lebih kompetitif agar bisnisnya tetap berjalan di tengah dinamika pasar saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan diselenggarakan bersamaan dengan Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) dan Cafe & Brasserie Expo (CBE), pengunjung dapat mengakses tiga pameran sekaligus dalam satu lokasi. Kolaborasi ini diperkirakan bisa menarik hingga 30 ribu pengunjung selama empat hari penyelenggaraan.

"Dari jumlah itu, MoreFood Expo menargetkan sekitar 15 ribu pelaku industri dan pengunjung, yakni pengunjung dapat menemukan berbagai produk, bahan baku, teknologi, hingga solusi rantai pasok secara langsung dan lebih efisien," urainya.

Dia menegaskan MoreFood Expo tidak hanya menjadi tempat bertemunya pelaku industri, tetapi juga ruang bagi pengunjung untuk melihat, mencoba langsung, dan memahami perkembangan industri F&B, mulai dari produk hingga teknologi yang digunakan.

Pengalaman ini diperkuat melalui berbagai program seperti business matching dan hosted buyer program, peluncuran produk terbaru, sesi workshop dan diskusi, live cooking demo, hingga area inspirasi yang menghadirkan wawasan baru seputar industri F&B.

MoreFood Expo 2026 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, asosiasi industri, dan organisasi terkait lainnya.

"Dukungan ini mencerminkan besarnya perhatian dari berbagai pemangku kepentingan pada MoreFood Expo sebagai ajang relevan bagi industri F&B, khususnya di Indonesia," pungkas Carrie.

Presdir Panorama Media Royanto Handaya menilai kebutuhan atas akses global dalam industri F&B kini semakin nyata.

“Perubahan dalam rantai pasok global mendorong pelaku industri untuk berpikir lebih terbuka dan adaptif. Bersama Huamo Expo, kami melihat MoreFood Expo hadir di waktu tepat sebagai upaya menjawab kebutuhan tersebut, sehingga pelaku industri tetap menjalankan bisnisnya dengan lebih stabil di tengah dinamika yang terjadi,” jelasnya. (Faj)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya