Menkeu Purbaya: Pelemahan Rupiah bukan Cerminan Fundamental Ekonomi Indonesia

Irvan Sihombing
24/4/2026 18:57
Menkeu Purbaya: Pelemahan Rupiah bukan Cerminan Fundamental Ekonomi Indonesia
Ilustrasi(MI)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah bukan karena memburuknya kondisi ekonomi domestik. Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih jauh lebih tangguh jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

"Tapi untuk saya sih ini (pelemahan rupiah) bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat," ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Menkeu menjelaskan dinamika pelemahan rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh faktor global serta ekspektasi pasar.

Dari sisi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, pemerintah akan terus berupaya meredam gangguan atau “noise” yang memicu persepsi negatif terhadap ekonomi Indonesia.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah menutup potensi kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan berjalan lebih efektif.

Selain itu, sejumlah isu yang sempat menimbulkan polemik, termasuk kebijakan pajak tertentu, telah dirapikan guna mengurangi ketidakpastian di pasar.

Kelola Ekspektasi untuk Redam Sentimen Negatif

Lebih lanjut, Bendahara Negara menekankan pentingnya pengelolaan ekspektasi publik dan pelaku pasar.

Menurut dia, sentimen negatif yang beredar dapat memperburuk persepsi terhadap rupiah, meski kondisi fundamental ekonomi tidak mengalami perubahan.

"Yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat (tumbuh) karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian. Terus ini kan juga terjadi 'noise' yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan," jelasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini tercatat menguat 57 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.229 per dolar AS, dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya