Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Sentimen Geopolitik masih Bayangi Pergerakan

Insi Nantika Jelita
24/4/2026 15:41
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Sentimen Geopolitik masih Bayangi Pergerakan
Ilustrasi(ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

RUPIAH ditutup menguat tipis pada perdagangan sore ini, Jumat (24/4), di tengah tekanan sentimen global yang masih kuat. Mata uang garuda tercatat naik 57 poin ke level Rp17.229 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di Rp17.286, meski sempat melemah pada sesi awal. 

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan, pergerakan ini mencerminkan sikap pasar yang masih berhati-hati, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang terus membayangi stabilitas pasar keuangan dan arah pergerakan rupiah ke depan.

'Perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 57 poin, setelah sebelumnya sempat melemah 10 poin," kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Jumat (24/4).

Ketegangan antara AS dan Iran tetap tinggi, menyusul laporan negosiator utama Teheran untuk pembicaraan yang dimediasi Pakistan dengan Washington telah mengundurkan diri. Trump mengatakan kepada wartawan, dia tidak ingin terburu-buru mencapai kesepakatan dengan Iran, sambil juga  penggunaan senjata nuklir.  

Trump juga mengulangi klaimnya bahwa AS telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, dan bahwa negara itu dalam keadaan kacau. Komentarnya meningkatkan kekhawatiran atas konflik AS-Iran yang berkepanjangan, yang dapat menyebabkan pasokan minyak melalui Timur Tengah terhenti.

Di X, Presiden Trump dilaporkan mengatakan dia telah memerintahkan Angkatan Laut untuk menembak dan membunuhkapal-kapal Iran yang memasang ranjau di Selat Hormuz.

Trump juga mengatakan Israel dan Lebanon sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pembicaraan di Washington, meskipun langkah tersebut tidak memberikan banyak keringanan bagi pasar. Selain itu, Washington memperpanjang gencatan senjata dengan Teheran tanpa batas waktu awal pekan ini.

Iran terlihat menyerang dan menangkap kapal-kapal yang mencoba menyeberangi selat tersebut minggu ini, sementara AS mengatakan telah menangkap kapal-kapal Iran yang mencoba menerobos blokade. 

Iran menuntut agar AS mencabut blokade angkatan lautnya sebelum pembicaraan dapat dilakukan, sementara Washington menuntut agar Iran sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz, sehingga kedua negara berada dalam kebuntuan.
Internal 

Perang yang berkecamuk di kawasan Asia barat daya menghadapkan banyak negara di dunia dalam situasi krisis energi juga ancaman inflasi yang tak bisa diremehkan. Bagi Indonesia, kendati memilih menahan tak mengerek harga bahan bakar minyak (BBM), tak berarti tidak ada efek sama sekali. Kondisi fiskal yang sudah rentan bahkan sebelum pecah perang, sekali lagi menghadapi tantangan besar.

Namun, pemerintah Indonesia mengatakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) saat ini dalam posisi yang kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi akibat perang di Timur Tengah yang membuat harga komoditas energi melonjak. 

Saat harga minyak mentah bergejolak tinggi, dan nilainya di atas asumsi makro APBN 2026, yakni di atas US$100 per barel, pemerintah masih bisa menahan kenaikan harga, khususnya BBM bersubsidi dalam negeri tanpa harus menguras cadangan APBN dalam bentuk Saldo Anggaran Lebih (SAL).

SAL pemerintah yang kini nominalnya mencapai Rp 423 triliun belum terpakai sedikitpun untuk menghadapi tekanan belanja subsidi akibat kenaikan harga komoditas energi. SAL menjadi sumber uang terakhir bagi pemerintah bila anggaran belanja sudah tak mampu menahan target defisit di bawah 3% PDB. 

Kemudian, Bank Indonesia menegaskan akan memaksimalkan seluruh bauran kebijakan moneter. Intervensi dilakukan secara simultan dipasar spot, serta pasar domestik
Domestic Non- Deliverable Forward (DNDF). Tidak hanya itu, BI juga memperluas operasi moneter valas, termasuk melalui transaksi spot dan swap berbasis yuan offshore, sebagai upaya untuk memperkuat stabilitas mata uang rupiah sekaligus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam bertransaksi. 

Ibrahim mengatakan untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah fluktuatif. "Namun, ditutup melemah direntang  Rp17.220- Rp17.260 per dolar AS. Rupiah untuk sepekan di range Rp17.180-Rp17.400 per dolar AS," pungkasnya. (Ins/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya