Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA Indonesia memperkuat posisinya sebagai magnet investasi Asia Tenggara memasuki babak baru. PT Jababeka Tbk (KIJA) resmi menggandeng China Silk Road Group Ltd untuk membangun China-Indonesia Innovation and Cooperation Center (CIIC), sebuah platform strategis yang membidik investasi, teknologi, dan perdagangan lintas negara.
Kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama bisnis biasa. Di tengah persaingan ketat antar negara ASEAN dalam menarik investor global, langkah Jababeka dinilai sebagai manuver agresif untuk menjadikan Indonesia pusat baru industri berbasis teknologi.
Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh Founder dan Chairman Jababeka, SD Darmono, bersama Chairman China Silk Road Group, Lijin Yan, di Jakarta.
Darmono menegaskan, proyek ini dirancang untuk mengangkat daya saing Indonesia secara langsung di mata investor global.
“Ini bukan hanya soal menarik investasi, tapi membangun ekosistem industri yang benar-benar siap pakai. Mulai dari perizinan, integrasi kawasan, sampai koneksi rantai pasok lokal,” ujarnya dilansir dari Antara, Kamis (23/4).
Lebih jauh, CIIC diproyeksikan menjadi pintu masuk bagi perusahaan China sekaligus jembatan bagi produk Indonesia untuk menembus pasar global, khususnya Tiongkok.
Di sisi lain, Lijin Yan melihat kerja sama ini hadir di momentum yang tepat, saat hubungan ekonomi Indonesia-Tiongkok memasuki fase pertumbuhan berkualitas tinggi.
Menurutnya, kombinasi kekuatan kedua negara akan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek ini.
“China unggul dalam teknologi seperti AI, robotika, dan digitalisasi industri. Sementara Indonesia punya pasar besar dan kebutuhan transformasi industri yang tinggi. Ini kombinasi yang sangat kuat,” jelasnya.
Ke depan, fokus utama kerja sama akan diarahkan pada tiga sektor strategis: ekonomi digital, kecerdasan buatan, serta manufaktur cerdas. Implementasinya mencakup berbagai bidang, mulai dari smart city, kesehatan digital, hingga pertanian modern dan energi.
Sebagai langkah konkret, Jababeka dan China Silk Road juga menyiapkan proyek awal berupa pengembangan Jababeka Digital Park seluas 500 hektare, yang akan diperkenalkan dalam World Digital Economic Forum di Beijing pada Juli 2026.
Tak hanya itu, kedua pihak juga akan membangun showroom CIIC di Jakarta dan Beijing untuk memperkuat promosi investasi dua arah, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.
Langkah ini mempertegas arah baru Indonesia, bukan lagi sekadar tujuan investasi, tetapi pusat pertumbuhan industri berbasis teknologi di kawasan. (Ant/Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved