Rupiah Sentuh Rp17.300, Pakar Soroti Defisit & Impor Energi

Naufal Zuhdi
23/4/2026 14:24
Rupiah Sentuh Rp17.300, Pakar Soroti Defisit & Impor Energi
Rupiah melemah ke Rp17.300 per dolar AS.(Antara)

NILAI tukar rupiah terus tertekan hingga menembus level Rp17.300 per dolar AS, menandai meningkatnya tekanan terhadap perekonomian nasional.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M Rizal Taufikurahman, menilai pelemahan ini bukan sekadar dampak eksternal, tetapi juga dipicu kerentanan dari dalam negeri.

Menurutnya, rupiah saat ini menghadapi tekanan ganda. Dari sisi global, penguatan dolar AS didorong oleh suku bunga tinggi dan meningkatnya sentimen risk-off. Sementara dari domestik, masalah struktural masih membayangi.

“Defisit fiskal, ketergantungan impor energi, serta terbatasnya suplai devisa menjadi faktor utama yang memperlemah rupiah,” ujar Rizal, Kamis (23/4).

Ia menegaskan, kondisi ini tidak bisa diatasi dengan kebijakan parsial.

Bank Indonesia, kata dia, perlu memperkuat stabilisasi melalui triple intervention di pasar valas dan Surat Berharga Negara (SBN). Langkah ini bertujuan meredam volatilitas, bukan sekadar mempertahankan level rupiah.

Selain itu, menjaga daya tarik imbal hasil domestik dinilai penting untuk menahan arus keluar modal (capital outflow) agar tidak semakin dalam.

Rizal juga menekankan pentingnya percepatan implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) guna memperkuat likuiditas valas di dalam negeri.

Namun, ia mengingatkan bahwa solusi jangka panjang tetap bergantung pada perbaikan fundamental ekonomi.

“Tanpa disiplin fiskal dan pengurangan ketergantungan impor energi, intervensi hanya bersifat sementara dan berisiko menggerus cadangan devisa,” tegasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya