Kartini Masa Kini, Bangkit Lewat Akses Permodalan

Naufal Zuhdi
22/4/2026 23:44
Kartini Masa Kini, Bangkit Lewat Akses Permodalan
Mak Netty, Mitra Pengemudi GrabBike, tetap melangkah di tengah berbagai tantangan hidup, memanfaatkan GrabModal by OVO Finansial untuk membantu suami berobat dan memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari(Dok. Grab)

MOMENTUM Hari Kartini kembali menegaskan peran strategis perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di tengah tekanan finansial yang kian kompleks. Perempuan kini tak lagi sekadar mengelola rumah tangga, tetapi juga tampil sebagai penggerak ekonomi, baik melalui usaha mikro maupun pekerjaan di sektor informal.

Dalam konteks tersebut, akses terhadap pembiayaan menjadi faktor krusial yang menentukan kemampuan perempuan untuk bertahan dan berkembang. Fenomena ini tecermin dari meningkatnya pemanfaatan layanan pendanaan berbasis teknologi oleh pelaku usaha kecil dan pekerja mandiri.

Dalam ekosistem Grab, tercatat lebih dari 445.000 mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mitra pengemudi telah mengakses pembiayaan melalui GrabModal by OVO Finansial, dengan total penyaluran melampaui Rp6 triliun. Angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan pembiayaan yang fleksibel, khususnya bagi pelaku ekonomi dengan arus kas harian yang fluktuatif.

Di balik capaian tersebut, terdapat berbagai kisah perempuan yang memanfaatkan akses finansial untuk mempertahankan sekaligus membangun kembali kehidupan ekonomi keluarga.

Bertahan di tengah keterbatasan
Salah satunya adalah Netty, mitra pengemudi GrabBike yang memulai perjalanannya sejak 2018. Ia terpaksa meninggalkan pekerjaannya sebagai pengajar untuk merawat orang tua yang sakit. Kondisi kian berat ketika suaminya jatuh sakit, memaksanya menjadi tulang punggung keluarga.

Dalam situasi serba terbatas, Netty memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari OVO Finansial untuk memenuhi kebutuhan mendesak, mulai dari biaya pengobatan hingga perbaikan telepon genggam yang menjadi alat utama bekerja.

"Selama pekerjaannya baik dan tidak melanggar aturan, kenapa harus malu? Yang penting kita semua bisa membantu kehidupan keluarga," ujarnya.

Meski menghadapi stigma sosial, Netty memilih untuk tetap mandiri. Bahkan setelah suaminya meninggal dunia, ia tetap bekerja dan aktif dalam komunitas pengemudi perempuan untuk saling menguatkan.

"Boleh nangis, tapi tetap harus jalan," katanya.

Bangkit dari titik nol
Kisah serupa datang dari Fitri Farhatani, pelaku UMKM asal Serang. Ia merintis usaha kuliner rumahan 'Pecel Ayam Sambal Rampai Harjatani' setelah berhenti bekerja dan menghadapi tekanan ekonomi akibat penipuan digital yang menguras tabungan keluarga hingga Rp120 juta.

Dengan modal awal Rp200 ribu, Fitri memulai usaha dari dapur rumah kontrakan pada 2024. Di luar dugaan, dagangannya langsung ludes dalam waktu dua jam pada hari pertama.

"Awalnya saya berharap bisa dapat Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sehari. Tapi ternyata usaha ini bisa jadi harapan baru untuk keluarga kami," ujarnya.

Seiring perkembangan usaha, Fitri juga memanfaatkan pembiayaan dari OVO Finansial untuk menambah peralatan dan memperlancar operasional. Upayanya membuahkan hasil. Pada 2026, ia berhasil memulihkan kondisi ekonomi keluarga, bahkan membeli rumah secara tunai.

"Perempuan juga harus berdaya dan percaya pada diri sendiri. Jangan pernah takut untuk memulai," katanya.

Akses modal dorong ketahanan
Kisah Netty dan Fitri mencerminkan pentingnya akses pembiayaan yang cepat dan fleksibel bagi perempuan, terutama di sektor informal dan UMKM. Skema pembiayaan yang menyesuaikan dengan pola pendapatan harian dinilai mampu menjaga produktivitas pelaku usaha di tengah keterbatasan.

Melalui GrabModal by OVO Finansial, Grab bersama OVO Finansial menghadirkan solusi pendanaan yang terintegrasi dalam ekosistem digital, dengan proses cepat, cicilan ringan, serta fleksibilitas pembayaran.

Pada peringatan Hari Kartini, sosok perempuan tangguh masa kini hadir dalam berbagai peran, di jalanan sebagai pengemudi, di dapur sebagai pelaku usaha, dan di berbagai ruang kehidupan lainnya. Ketahanan, kemandirian, serta keberanian untuk bangkit menjadi benang merah dari perjalanan mereka dalam menghadapi tantangan ekonomi. (Fal/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Mirza
Berita Lainnya