Rupiah dan Won Pimpin Penguatan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS

Media Indonesia
21/4/2026 23:01
Rupiah dan Won Pimpin Penguatan Mata Uang Asia terhadap Dolar AS
Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026)(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.)

PERGERAKAN pasar valuta asing di kawasan Asia menunjukkan tren positif pada perdagangan hari ini, Selasa (21/4/2026). Mata Uang Rupiah bersama Won Korea Selatan tampil perkasa dengan memimpin penguatan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS), di tengah melandainya indeks Greenback di pasar global.

Berdasarkan data pasar spot, penguatan Mata Uang Rupiah didorong oleh aliran modal asing yang kembali masuk ke pasar keuangan domestik serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif dari bank sentral global. Won Korea Selatan juga mencatatkan apresiasi signifikan, menjadikannya dua mata uang dengan performa terbaik di Asia dalam sesi perdagangan kali ini.

Data Pergerakan Mata Uang Asia

Mata Uang Status Sentimen Pasar
Mata Uang Rupiah (IDR) Menguat Inflow modal asing & stabilitas makro
Won Korea (KRW) Menguat Pemulihan sektor ekspor teknologi
Yen Jepang (JPY) Konsolidasi Menanti kebijakan Bank of Japan
Baht Thailand (THB) Menguat Tipis Sektor pariwisata
Analisis Strategis: Penguatan kompak Rupiah dan Won mengindikasikan kembalinya kepercayaan investor terhadap aset-aset di pasar negara berkembang (emerging markets). Pelemahan indeks Dolar AS memberikan ruang napas bagi mata uang regional untuk melakukan rebound setelah tertekan dalam beberapa pekan terakhir.

Faktor Pendorong Utama

Analis pasar uang menyebutkan bahwa ada tiga faktor utama yang memicu reli mata uang Asia hari ini:

  • Koreksi Indeks Dolar (DXY): Investor mulai melakukan aksi ambil untung (profit taking) pada Dolar AS seiring dengan rilis data ekonomi Amerika yang mulai mendingin.
  • Kinerja Ekspor Regional: Data perdagangan yang solid dari Korea Selatan memberikan sentimen positif bagi Won, yang kemudian merembet ke mata uang mitra dagang lainnya termasuk Indonesia.
  • Intervensi Terukur: Langkah bank sentral di masing-masing negara dalam menjaga volatilitas pasar terbukti efektif meredam tekanan spekulasi terhadap Mata Uang Rupiah dan mata uang regional lainnya.

Meskipun saat ini berada dalam tren penguatan, pelaku pasar tetap dihimbau untuk waspada terhadap rilis data inflasi global mendatang yang dapat kembali memicu volatilitas di pasar valuta asing.

Catatan: Data kurs bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar global.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya