Harga LPG Non-Subsidi 5,5 Kg dan 12 Kg Naik, Cek Daftar Harga Terbaru

Media Indonesia
21/4/2026 22:08
Harga LPG Non-Subsidi 5,5 Kg dan 12 Kg Naik, Cek Daftar Harga Terbaru
Pekerja memasang segel pada tabung gas 12 kg di distributor gas nonsubsidi di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/4/2026). PT Pertamina Patra Niaga menetapkan harga baru produk Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi untuk tabung 5,5 kg naik sebesar Rp17.000 a(ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye)

PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga untuk komoditas Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi, khususnya tabung Bright Gas 5,5 kg dan LPG 12 kg. Langkah ini diambil guna mengikuti perkembangan harga rata-rata publikasi Contract Price Aramco (CPA) serta nilai tukar Mata Uang Rupiah.

Kenaikan harga ini bervariasi di setiap wilayah, menyesuaikan dengan biaya distribusi dan jarak dari terminal pengisian ke titik serah (supply point). Sementara itu, untuk LPG subsidi 3 kg, pemerintah memastikan tidak ada perubahan harga atau tetap mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah setempat.

Daftar Harga LPG Non-Subsidi Terbaru

Berikut adalah estimasi daftar harga LPG non-subsidi di tingkat agen untuk beberapa wilayah strategis di Indonesia:

Wilayah Bright Gas 5,5 Kg LPG 12 Kg
Jawa & Madura Rp100.000 - Rp105.000 Rp204.000 - Rp210.000
Sumatra & Bali Rp103.000 - Rp107.000 Rp210.000 - Rp215.000
Kalimantan Rp107.000 - Rp110.000 Rp218.000 - Rp223.000
Sulawesi Rp105.000 - Rp109.000 Rp214.000 - Rp219.000
Papua & Maluku Rp120.000 - Rp125.000 Rp245.000 - Rp255.000
Catatan: Harga di atas merupakan harga di tingkat agen resmi. Harga di tingkat pengecer atau toko kelontong mungkin berbeda tergantung pada margin keuntungan dan biaya transportasi tambahan.

Analisis Penyebab Kenaikan

Kenaikan harga LPG non-subsidi dipengaruhi oleh beberapa faktor fundamental ekonomi global dan domestik:

  • Fluktuasi Harga CPA: Harga bahan baku LPG internasional (Contract Price Aramco) mengalami tren peningkatan yang signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
  • Nilai Tukar Mata Uang Rupiah: Pelemahan Mata Uang Rupiah terhadap Dolar AS meningkatkan beban biaya impor gas, mengingat sebagian besar kebutuhan LPG nasional masih dipenuhi melalui impor.
  • Biaya Logistik: Penyesuaian biaya operasional distribusi di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan stok hingga ke pelosok.

Masyarakat diimbau untuk selalu membeli LPG non-subsidi di pangkalan atau agen resmi Pertamina guna mendapatkan harga sesuai ketentuan dan menjamin keaslian serta keamanan tabung gas. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya