Menteri ESDM Jamin Harga LPG 3 Kg tidak Naik, Stok Dipastikan Aman

Irvam Sihombing
20/4/2026 16:07
Menteri ESDM Jamin Harga LPG 3 Kg tidak Naik, Stok Dipastikan Aman
Petugas Pertamina memeriksa stok LPG 3 kilogram di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (16/1/2025).(Dok. Patra Niaga)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin harga LPG 3 kg atau LPG bersubsidi yang banyak digunakan oleh masyarakat umum tidak akan naik meski harga elpiji nonsubsidi baru saja melonjak. 

Bahlil pun menegaskan stok nasional saat ini berada di atas standar minimum dan pemerintah sedang fokus menata distribusi di tingkat pangkalan agar subsidi tepat sasaran.

“Khusus untuk LPG yang disubsidi, stok kita di atas standar minimum nasional dan harganya tidak ada kenaikan, flat,” ujar Bahlil usai konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin.

Menurut Bahlil, pemerintah juga menahan harga sejumlah bahan bakar lain seperti Pertalite dan Biosolar agar tetap stabil di tengah dinamika energi global. Ia menambahkan, sejak program LPG 3 kg diluncurkan pada 2007, pemerintah belum pernah menaikkan harga komoditas tersebut.

Namun demikian, Bahlil mengakui masih terdapat praktik permainan harga di tingkat distributor dan pangkalan. Pemerintah, kata dia, tengah menata distribusi agar subsidi tepat sasaran.

“Yang ada, itu dimainkan di distributor dan pangkalan. Itu yang mau saya tata untuk betul-betul subsidi itu yang menerima adalah yang berhak,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Februari 2025, pemerintah sempat berupaya merapikan distribusi LPG 3 kg dengan menghapus pengecer. Kebijakan tersebut justru memicu antrean panjang di masyarakat.

Sebagai solusi, pemerintah kini mendorong pengecer untuk mendaftar sebagai subpangkalan agar distribusi lebih tertib dan harga tetap terkendali.

Di sisi lain, Bahlil menjelaskan bahwa harga LPG nonsubsidi seperti ukuran 5,5 kg dan 12 kg mengikuti pergerakan harga pasar internasional. Ia menyebut terdapat formula yang mengacu pada harga energi global, termasuk referensi dari Saudi Aramco.

“Kalau harga dunia turun, dia pasti turun juga. Kalau harga dunia naik, naik,” kata Bahlil.

Per 18 April 2026, PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga LPG nonsubsidi ukuran 12 kg dari Rp192 ribu menjadi Rp228 ribu per tabung atau naik 18,75 persen.

Sementara itu, LPG nonsubsidi ukuran 5,5 kg juga mengalami kenaikan dari Rp90 ribu menjadi Rp107 ribu per tabung atau naik 18,89 persen untuk wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Kenaikan harga LPG nonsubsidi ini merupakan yang pertama sejak 2023, seiring penyesuaian terhadap harga energi di pasar global. (Ant/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya