Holding Perkebunan Benahi Tata Kelola demi Return of Asset 7,6 Persen

Naufal Zuhdi
17/4/2026 20:00
Holding Perkebunan Benahi Tata Kelola demi Return of Asset 7,6 Persen
Direktur Aset PTPN III, Agung Setya Imam Effendi(PTPN III)

Upaya meningkatkan profitabilitas mendorong holding perkebunan pelat merah mempercepat pembenahan tata kelola dan optimalisasi aset, seiring target ambisius Return on Asset (ROA) dalam beberapa tahun ke depan. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III menegaskan komitmennya dalam memperkuat struktur finansial melalui program optimalisasi aset tetap berupa tanah dan bangunan sebagai bagian dari strategi mencapai target jangka panjang perusahaan. Langkah tersebut diambil untuk mendukung target ROA sebesar 7,6% pada 2029, sebagaimana tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2025-2029.

Dalam forum reviu optimasi aset yang digelar di PT Riset Perkebunan Nusantara, Bogor, manajemen memaparkan bahwa hingga Desember 2025 (unaudited), realisasi ROA konsolidasi PTPN Group mencapai 3,27% atau setara 117,63% dari target tahunan sebesar 2,78%.

Meski telah melampaui target jangka pendek, perusahaan tetap fokus memperkuat pengelolaan aset untuk mengejar target jangka panjang. Peningkatan ROA secara bertahap dinilai membutuhkan strategi yang lebih terintegrasi, termasuk peningkatan efisiensi operasional dan perbaikan kinerja pada entitas dengan ROA rendah atau negatif.

Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, perusahaan menggelar diskusi kelompok terarah focus group discussion (FGD) yang melibatkan jajaran direksi, pimpinan subholding, hingga kepala divisi terkait. Forum ini membahas implementasi aspek Governance, Risk, and Compliance (GRC), serta evaluasi strategi, struktur organisasi, sumber daya manusia, teknologi, hingga proses bisnis.

Direktur Aset PTPN III, Agung Setya Imam Effendi, menegaskan bahwa optimalisasi aset menjadi kunci agar seluruh sumber daya perusahaan dapat dikelola secara produktif dan akuntabel.

“Kita tidak bisa lagi menggunakan metode konvensional di tengah dinamika bisnis yang sangat cepat. Direksi ingin seluruh entitas di PTPN Group bergerak dalam satu sistem yang seragam, kredibel, dan akuntabel. Dengan sistem yang baik, setiap aset tidak hanya sekadar tercatat dan teridentifikasi, namun juga harus dapat dimonitor perkembangannya serta dijaga nilainya secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan yang lebih modern dan adaptif, tidak hanya dari sisi finansial dan teknologi, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang lebih humanis dalam menjawab tantangan di lapangan.

Sebagai holding perkebunan BUMN, PTPN Group terus mendorong pengelolaan sumber daya berbasis keberlanjutan. Melalui RJPP 2025–2029, perusahaan menargetkan peningkatan nilai bagi pemegang saham sekaligus memperkuat kontribusi terhadap ekonomi nasional.

Upaya tersebut dijalankan melalui berbagai inisiatif, seperti penerapan precision farming, perencanaan berbasis data, percepatan hilirisasi komoditas, serta penguatan kemitraan dengan petani plasma guna mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya