Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Nilai tukar Rupiah tergelincir pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (17/4). Pelemahan ini dipicu oleh sentimen domestik yang tajam setelah lembaga pemeringkat internasional, S&P Global Ratings, memberikan outlook negatif terhadap peringkat obligasi pemerintah Indonesia.
Berdasarkan data pasar, Rupiah merosot 50 poin atau 0,29% ke level Rp17.189 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi Rp17.139 per dolar AS. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga mengonfirmasi tren serupa dengan menetap di level Rp17.189 per dolar AS.
Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menegaskan bahwa koreksi rupiah kali ini murni disebabkan oleh faktor internal. Di saat indeks dolar stabil dan mayoritas mata uang regional menguat, rupiah justru bergerak melawan arus akibat kekhawatiran atas kesehatan fiskal nasional.
“Rupiah pada perdagangan hari ini lebih dipengaruhi oleh tekanan domestik terkait outlook yang negatif dari lembaga rating S&P terhadap peringkat obligasi pemerintah karena tekanan fiskal pemerintah yang besar,” ujar Rully dilansir dari Antara, Jumat (17/4).
S&P Global Ratings dilaporkan menaruh perhatian serius pada rasio pembayaran utang Indonesia. Lembaga tersebut mempertanyakan konsistensi pemerintah dalam menjaga defisit anggaran agar tetap berada di bawah ambang batas aman 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui adanya komunikasi intensif dengan S&P terkait kondisi fiskal. Namun, ia optimistis angka defisit akan menyusut setelah proses audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) selesai.
“Ada peluang defisit APBN Tahun Anggaran 2025 pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) menurun dari proyeksi awal. Kami memproyeksikan defisit menyempit ke level 2,8% dari PDB,” jelas Purbaya.
Untuk tahun anggaran 2026, Kemenkeu tengah melakukan langkah agresif melalui restrukturisasi organisasi guna memperkuat pengumpulan pajak serta kepabeanan dan cukai. Langkah ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran pasar dan mengembalikan kepercayaan investor terhadap surat utang negara.
Meskipun fundamental eksternal cenderung positif, pasar kini menanti bukti nyata dari pemerintah dalam mengelola beban utang dan menjaga disiplin fiskal demi menstabilkan kembali posisi di pekan mendatang. (Ant/Z-10)
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved