Akses Investor ke Saham Global Diperluas lewat Blockchain

Media Indonesia
17/4/2026 10:48
Akses Investor ke Saham Global Diperluas lewat Blockchain
Ilustrasi.(MI/HO)

INDODAX menghadirkan tujuh aset tokenized stocks (representasi digital saham perusahaan di blockchain) sebagai bagian dari upaya memperluas akses investor Indonesia terhadap eksposur saham global melalui teknologi blockchain. Langkah inovatif ini menjadi alternatif instrumen investasi baru bagi para anggotanya seiring dengan semakin eratnya integrasi antara pasar keuangan tradisional dan ekosistem aset digital.

Adapun tujuh aset yang kini tersedia di Indodax merepresentasikan saham perusahaan teknologi dan finansial global terkemuka, yaitu:

  • Tesla (TSLAX)
  • Alphabet (GOOGLX)
  • NVIDIA (NVDAX)
  • Circle (CRCLX)
  • Apple (AAPLX)
  • Amazon (AMZNX)
  • Coinbase (COINX)

Seluruh aset tersebut berjalan di atas jaringan Solana, yang dikenal dengan kecepatan transaksi tinggi dan efisiensi biaya.

Menjembatani Keuangan Tradisional dan Blockchain

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menyatakan bahwa kehadiran tokenized stocks mencerminkan tren global dalam mendemokratisasi akses pasar modal. "Melalui tokenized stocks, kami melihat pergeseran cara investor mengakses aset global menjadi lebih terbuka dan fleksibel. Teknologi blockchain menyederhanakan proses yang sebelumnya kompleks," ujar Antony.

Ia juga menekankan pentingnya edukasi bagi para investor. "Pemahaman terhadap mekanisme dan risiko tetap menjadi hal penting agar investor dapat mengambil keputusan secara bijak," tambahnya.

Keunggulan Tokenized Stocks bagi Investor Ritel

Tokenized stocks adalah aset digital yang nilainya dipatok (pegged) dengan rasio 1:1 terhadap harga saham perusahaan di pasar modal tradisional. Instrumen ini menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan mekanisme perdagangan saham konvensional:

  1. Kepemilikan Fraksional: Investor dapat membeli saham global dalam unit yang lebih kecil, sehingga lebih terjangkau bagi modal ritel.
  2. Perdagangan 24/7: Berbeda dengan bursa saham konvensional yang memiliki jam operasional terbatas, aset ini dapat diperdagangkan selama 24 jam penuh tanpa henti.
  3. Tanpa Broker Internasional: Investor tidak perlu melalui proses pembukaan akun broker internasional yang rumit dan memakan waktu.
  4. Efisiensi Transaksi: Berbasis blockchain, proses penyelesaian transaksi (settlement) berlangsung secara real-time dan aset dapat ditarik kapan saja.

Namun, investor perlu memperhatikan bahwa perbedaan karakteristik antara pasar kripto yang berjalan nonstop dan bursa saham konvensional dapat menyebabkan adanya selisih harga (spread) pada waktu tertentu.

Jadwal Perdagangan

Bagi para anggota yang ingin mulai mendiversifikasi portofolio mereka ke saham global, jadwal perdagangan telah ditetapkan sebagai berikut:

  • Open Deposit: 9 April 2026, pukul 14.00 WIB.
  • Open Trading: 16 April 2026, pukul 14.00 WIB.
Informasi Tambahan: Penggunaan jaringan Solana dalam inisiatif ini diharapkan memberikan pengalaman transaksi yang mulus bagi investor karena skalabilitasnya yang tinggi dalam mendukung aset terdesentralisasi. (Ant/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya