Mesin Jahit Cerdas Hadir di Tengah Industri Garmen yang Mulai Adopsi AI

Naufal Zuhdi
16/4/2026 21:55
Mesin Jahit Cerdas Hadir di Tengah Industri Garmen yang Mulai Adopsi AI
Ilustrasi(Dok Hikari)

INDUSTRI garmen mulai bergerak menuju otomatisasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) seiring meningkatnya tuntutan efisiensi dan kualitas produksi. Teknologi ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing di tengah kompetisi global yang semakin ketat.

Dalam konteks tersebut, Hikari (Shanghai) Precise Machinery Science & Technology Co., Ltd meluncurkan mesin jahit berbasis AI untuk mendukung transformasi industri garmen di Indonesia.

Direktur Hikari, Wu Liang Jie, mengatakan teknologi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin menuntut presisi tinggi dan efisiensi produksi. 

“Ini adalah peluncuran perdana mesin jahit berteknologi AI yang mampu menghasilkan kualitas produk yang jauh lebih baik melalui sistem yang dikontrol kecerdasan buatan,” kata dia dikutip dari keterangan tertulis yang diterima, Kamis (16/4).

Menurutnya, penggunaan AI tidak hanya meningkatkan kualitas jahitan, tetapi juga menekan biaya produksi. Teknologi ini memungkinkan transformasi dari mesin konvensional ke sistem cerdas tanpa memerlukan investasi teknis yang besar. 

“Solusi ini memungkinkan produksi produk premium dengan biaya lebih efisien,” tambahnya.

Peluncuran perdana mesin tersebut dilakukan di Semarang sebagai salah satu basis industri garmen nasional. Selain itu, teknologi ini juga diperkenalkan secara luas dalam ajang Indo Intertex 2026 yang berlangsung pada 15–18 April 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Secara teknis, mesin jahit berbasis AI ini dilengkapi sistem yang mampu mendeteksi kesalahan jahitan secara otomatis serta menyesuaikan pengaturan berdasarkan jenis kain. Fitur ini memungkinkan hasil produksi yang lebih rapi, presisi, dan konsisten.

Sementara itu, Marketing General Manager PT Brothersindo Saudara Sejati, Pratama Tanada, menilai teknologi ini dapat menjadi pendorong peningkatan daya saing industri garmen nasional.

“Mesin ini bekerja secara cerdas dengan mendeteksi kesalahan dan menyesuaikan pengaturan secara otomatis. Hasilnya lebih konsisten dan berkualitas,” ujarnya.

Hikari sendiri telah memperluas ekspansi teknologi mesin jahit AI ke berbagai negara dan menempatkan Indonesia sebagai pasar prioritas. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan industri garmen nasional yang dinilai tetap prospektif. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya