Akuisisi Jadi Senjata Baru Ritel Farmasi Perbesar Skala Bisnis

Naufal Zuhdi
16/4/2026 20:38
Akuisisi Jadi Senjata Baru Ritel Farmasi Perbesar Skala Bisnis
VIVA Apotek resmi mengakuisisi seluruh saham jaringan apotek Farmaku.(Viva Apotek)

Strategi akuisisi kian menjadi andalan pelaku industri ritel farmasi untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional di tengah pertumbuhan sektor kesehatan nasional. PT Sumber Hidup Sehat atau VIVA Apotek resmi mengakuisisi seluruh saham jaringan apotek Farmaku sebagai bagian dari langkah ekspansi tersebut. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian bersyarat pada 10 April 2026 di kantor pusat perusahaan di Jakarta, yang menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperbesar skala bisnis.

Direktur Utama VIVA Apotek, Haryanto Winata, menyatakan bahwa langkah ini membuka peluang sinergi, terutama dalam memperluas jaringan serta meningkatkan efisiensi melalui integrasi distribusi dan teknologi.

“Akuisisi Farmaku menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan VIVA Apotek serta mendorong efisiensi operasional melalui integrasi distribusi dan teknologi,” ujarnya.

Saat ini, Farmaku mengoperasikan 10 gerai dengan nilai penjualan tahunan sekitar Rp110 miliar. Setelah akuisisi, total jaringan VIVA Apotek bertambah menjadi 125 gerai yang tersebar di 44 kota dan kabupaten di Indonesia.

Selain memperluas jaringan, akuisisi ini juga diarahkan untuk memperdalam penetrasi pasar, khususnya pada segmen menengah atas yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan tinggi. Integrasi kedua entitas diharapkan menghadirkan efisiensi biaya melalui skala ekonomi, optimalisasi distribusi, serta peningkatan peluang cross-selling produk kesehatan.

Direktur Utama Farmaku, Iswandi Simardjo, menilai kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan bisnis, terutama dalam membangun ekosistem layanan kesehatan berbasis teknologi.

“Perpaduan inovasi digital Farmaku dengan kekuatan infrastruktur ritel VIVA Apotek akan menciptakan ekosistem omnichannel kesehatan yang lebih terintegrasi dan mudah diakses masyarakat,” terangnya.

Ke depan, perusahaan juga akan memperkuat strategi omnichannel melalui integrasi gerai fisik dengan platform digital, termasuk layanan berbasis WhatsApp Commerce yang memungkinkan pelanggan terhubung secara real-time dengan jaringan apotek.

Langkah ini sekaligus menegaskan upaya pelaku industri dalam membangun ekosistem kesehatan nasional yang lebih terintegrasi, mencakup pengelolaan rantai pasok, efisiensi operasional, hingga pengembangan layanan berbasis teknologi. (E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya