Sistem Dispensing IoT Dorong Konsumsi Isi Ulang

Media Indonesia
16/4/2026 09:25
Sistem Dispensing IoT Dorong Konsumsi Isi Ulang
(MI/HO)

SECARA global, sistem dispensing berbasis IoT mulai diadopsi untuk meningkatkan visibilitas penggunaan, mengoptimalkan rantai pasok, serta mendorong peralihan ke model konsumsi berbasis isi ulang. Di Indonesia, tren ini turut berkembang dengan jumlah perangkat IoT terhubung yang melampaui 150 juta pada 2023, melonjak dari sekitar 100 juta pada tahun sebelumnya (Ken Research, 2023). Seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional dan pengurangan limbah, solusi terintegrasi berbasis IoT semakin relevan bagi para pelaku usaha.

Di dalam negeri, keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah serta dorongan kebijakan seperti TKDN dan ekonomi sirkular mendorong pelaku industri untuk mencari model distribusi yang lebih terukur. Kondisi ini membuka peluang bagi sistem berbasis isi ulang dengan kontrol penggunaan yang lebih presisi.

Siklus menghadirkan model layanan berbasis langganan yang mengombinasikan produk pembersih dalam kemasan besar dengan mesin dispensing pintar, sekaligus mengurangi kebutuhan investasi awal perangkat bagi pelaku usaha. Saat ini, Siklus melayani isi ulang dengan sistem tukar kemasan.

Sistem ini menjawab berbagai tantangan operasional yang umum terjadi di sektor rumah sakit, perhotelan, dan fasilitas publik, seperti penggunaan berlebih, kebocoran, serta keterbatasan kontrol penggunaan. Selain efisiensi biaya, sistem berbasis IoT memungkinkan pemantauan penggunaan secara real-time, memberikan visibilitas operasional yang sebelumnya terbatas pada model distribusi konvensional, sekaligus mendorong peralihan dari konsumsi sekali pakai ke sistem isi ulang terkontrol.

"Pendekatan distribusi konvensional masih menyisakan celah inefisiensi karena minimnya kontrol penggunaan. Dengan integrasi sistem dispensing dan pemantauan berbasis teknologi, kami melihat peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada kemasan sekali pakai," ujar Laksamana Sakti (Alif), Co-Founder Siklus, dalam keterangan tertulis, Kamis (16/4).

Mengacu pada laporan Statista, nilai pasar sektor homecare B2B di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar US$1,75 miliar dengan segmen produk berkelanjutan dan reusable mulai diadopsi di berbagai sektor layanan. Siklus menargetkan untuk menangkap peluang ini melalui solusi sirkular yang dapat diterapkan secara bertahap.

Siklus pun menggandeng Snap Clean, salah satu merek FMCG lokal, dalam pengembangan solusi berbasis IoT untuk para pelaku usaha di berbagai sektor. Tahap awal menyasar rumah sakit, fasilitas medis, bisnis F&B, serta hotel dan resor, melanjutkan kerja sama sebelumnya dengan fokus pada peningkatan kontrol penggunaan produk dan efisiensi distribusi di lapangan. (I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya