Akuntara Siapkan Lulusan Vokasi Jadi Garda Depan Ekosistem Pajak Digital

Heryadi
15/4/2026 21:32
Akuntara Siapkan Lulusan Vokasi Jadi Garda Depan Ekosistem Pajak Digital
CEO & Regional Director Allinial Global, Tony Sacre, serta Regional Director APAC, Abby Chee, dan Managing Partner Asia Pacific International Law Office, Vanessa Wijaya.(Dok.Akuntara)

TRANSFORMASI sistem perpajakan nasional melalui implementasi CoreTax System mendorong lahirnya inisiatif baru untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap digitalisasi. Salah satunya adalah Akuntara (Akuntansi Nusantara Solution), sebuah ekosistem transaksi digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.

Inisiatif ini digagas oleh pakar perpajakan sekaligus Managing Director Tax Department Allinial Global Indonesia, Donny. Ia menilai perubahan sistem perpajakan yang semakin terotomasi menuntut kesiapan tenaga kerja, terutama dari lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK), agar tidak tertinggal.

“Teknologi AI dan sistem CoreTax bukan untuk ditakuti, melainkan untuk diadopsi. Kami ingin membuktikan bahwa lulusan SMK dan SMA tidak hanya belajar teori, tetapi mampu menjadi operator garis depan dalam ekosistem transaksi digital Indonesia,” ujar Donny dalam media briefing di Jakarta, Rabu (15/4).

Akuntara dijadwalkan mulai beroperasi pada Juni 2026, ditandai dengan peluncuran Akuntara Ecosystem Center di Jakarta. Pusat ini akan menjadi hub kegiatan, pelatihan, sekaligus pengembangan talenta vokasi di bidang akuntansi dan perpajakan.

PROYEK PERCONTOHAN
Pada tahap awal, Akuntara akan menjalankan proyek percontohan yang melibatkan 50 talenta vokasi terpilih. Mereka akan menangani administrasi transaksi dan kepatuhan pajak bagi 250 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dengan pendampingan langsung dari konsultan senior. Skema ini dirancang untuk mensimulasikan kondisi kerja nyata sekaligus mengintegrasikan penggunaan sistem CoreTax.

Donny menjelaskan bahwa inisiatif ini mengusung dua misi utama. Pertama, transformasi talenta vokasi agar memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri global, mulai dari administrasi perpajakan hingga manajemen kepabeanan dan devisa. Kedua, meningkatkan efisiensi UMKM melalui sistem pencatatan transaksi yang terintegrasi dan sesuai regulasi.

Menurutnya, selama ini terdapat kesenjangan signifikan antara kurikulum pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, terutama dalam menghadapi digitalisasi. “Kami melihat lulusan vokasi sering kali belum siap masuk ke sistem kerja yang sudah berbasis teknologi. Akuntara hadir untuk menjembatani gap tersebut,” katanya.

DIDUKUNG JARINGAN GLOBAL
Selain mengandalkan teknologi AI, Akuntara juga didukung oleh jaringan global Allinial Global, salah satu asosiasi firma akuntansi dan advisory terbesar di dunia. Dukungan ini diharapkan mampu menghadirkan standar praktik internasional dalam pengelolaan perpajakan dan akuntansi di Indonesia.

Dalam acara tersebut, CEO & Regional Director Allinial Global, Tony Sacre, serta Regional Director APAC, Abby Chee, turut hadir bersama Managing Partner Asia Pacific International Law Office, Vanessa Wijaya. Kehadiran mereka menegaskan komitmen ekspansi dan kolaborasi internasional dalam pengembangan ekosistem ini.

Donny menekankan bahwa keberhasilan implementasi CoreTax tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia di tingkat operasional. “Kami ingin memastikan investasi besar pemerintah dalam sistem CoreTax didukung oleh tenaga kerja terampil dari level paling dasar. Lulusan SMK harus menjadi bagian penting dalam transformasi ini,” ujarnya.

Dengan pendekatan yang menggabungkan pelatihan, praktik langsung, dan dukungan teknologi, Akuntara diharapkan mampu menciptakan ekosistem yang tidak hanya meningkatkan kepatuhan pajak UMKM, tetapi juga membuka peluang kerja baru bagi lulusan vokasi di era ekonomi digital. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya