Adaptasi Gaya Hidup Konsumen, Industri Alas Kaki Perkuat Produk dan Produksi Lokal

Ihfa Firdausya
13/4/2026 21:00
Adaptasi Gaya Hidup Konsumen, Industri Alas Kaki Perkuat Produk dan Produksi Lokal
CEO Bata Group, Panos Mytaros,(Dok Bata)

PERUBAHAN gaya hidup konsumen mendorong pelaku industri alas kaki untuk beradaptasi lebih cepat. Kebutuhan akan produk yang fungsional, nyaman, dan relevan dengan aktivitas sehari-hari kini menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan konsumen.

Merespons perubahan tersebut, Bata memperkuat strategi bisnisnya di Indonesia melalui fokus pada pengembangan produk serta percepatan pertumbuhan. Langkah ini sejalan dengan transformasi global perusahaan untuk menjawab dinamika pasar.

CEO Bata Group, Panos Mytaros, mengatakan bahwa pergeseran preferensi konsumen menjadi pendorong utama perubahan strategi perusahaan. Menurutnya, konsumen kini tidak hanya mencari sepatu kasual, tetapi juga mengutamakan kenyamanan dan relevansi dengan gaya hidup modern.

“Gaya hidup konsumen berubah. Mereka tidak hanya mencari sepatu yang kasual, tetapi juga nyaman dan relevan dengan aktivitas sehari-hari. Ini yang menjadi fokus kami saat ini,” ujarnya, Senin (13/4).

Melalui strategi global bertajuk “Reignite”, Bata menempatkan produk sebagai pusat transformasi bisnis. Perusahaan fokus menghadirkan sepatu dengan konsep sporty casual yang menggabungkan fungsi, kenyamanan, serta desain yang sesuai tren.

“Yang kami perkuat bukan hanya kualitas, tetapi relevansi produk. Sepatu harus sesuai dengan gaya hidup konsumen saat ini,” jelas Panos.

Di sisi lain, perusahaan menegaskan bahwa keterjangkauan tetap menjadi prinsip utama. Bata memastikan produknya tetap dapat diakses oleh berbagai segmen masyarakat, baik di kota besar maupun daerah.

“Kami ingin sepatu yang berkualitas baik tetap bisa diakses oleh banyak orang. Itu yang kami sebut sebagai ‘unreasonably good,’ kualitas baik dengan harga yang tetap masuk akal,” katanya.

Dengan pengalaman hampir 100 tahun di Indonesia, Bata melihat pasar domestik sebagai salah satu prioritas utama. Perusahaan menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif melalui penguatan jaringan toko, distribusi, serta kanal digital.

“Indonesia adalah pasar yang sangat penting. Kami ingin tumbuh kembali dan memperluas jangkauan ke lebih banyak konsumen,” ujar Panos.

Tidak hanya sebagai pasar, Indonesia juga diposisikan sebagai basis produksi. Saat ini, sekitar 50% produk Bata di Indonesia telah diproduksi secara lokal melalui mitra manufaktur, dan perusahaan berencana terus meningkatkan porsi tersebut.

Ke depan, Indonesia juga diproyeksikan menjadi salah satu pusat produksi untuk pasar global Bata, seiring upaya perusahaan memperkuat daya saing dan efisiensi.

Dalam strategi distribusi, Bata mengedepankan pendekatan omnichannel dengan menjaga keseimbangan antara toko fisik dan kanal digital. Toko fisik tetap menjadi elemen penting dalam memberikan pengalaman langsung kepada konsumen, sementara kanal digital memperluas jangkauan pasar.

“Kami tidak melihat digital menggantikan toko fisik. Keduanya saling melengkapi,” ujarnya.

Bata juga menyadari kuatnya ikatan emosional masyarakat Indonesia terhadap merek tersebut. Namun, perusahaan menilai bahwa relevansi menjadi kunci keberlanjutan bisnis ke depan.

“Nostalgia adalah kekuatan, tetapi relevansi adalah masa depan. Kami harus memastikan keduanya berjalan seimbang,” tambah Panos.

Dengan strategi yang berfokus pada produk, penguatan merek, serta ekspansi pasar, Bata optimistis dapat mempercepat pertumbuhan bisnisnya di Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

“Indonesia adalah pasar yang besar dan memiliki potensi luar biasa. Kami sangat optimistis terhadap masa depan,” tutup Panos. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya