Kelas Menengah Kian Utamakan Stabilitas Finansial Daripada Pertumbuhan

Rahmatul Fajri
13/4/2026 19:41
Kelas Menengah Kian Utamakan Stabilitas Finansial Daripada Pertumbuhan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah meningkatnya biaya hidup, ketidakpastian pendapatan, dan kenaikan biaya layanan kesehatan, masyarakat kelas menengah Indonesia kian memprioritaskan stabilitas finansial daripada pertumbuhan.

Hal ini menjadi salah satu temuan FWD consumer outlook survey, sebuah riset FWD Group Holdings Limited (FWD Group atau FWD) berkolaborasi dengan Ipsos yang mengkaji kesejahteraan finansial, kekhawatiran, serta kesenjangan perlindungan kalangan kelas menengah Asia pada berbagai generasi dan tahap kehidupan.

Survei ini juga meneliti perbedaan kebutuhan dan perilaku antar generasi serta cara masyarakat mempersiapkan diri dalam menghadapi risiko finansial di masa depan.

Hasil studi menunjukkan sekitar dua pertiga responden merasa tertekan secara finansial, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari, yang terutama dipicu kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan pendapatan, dan tingginya biaya kesehatan.

Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy F Manik menjelaskan setiap generasi menghadapi tekanan dan memiliki prioritas finansial yang berbeda pada setiap tahapan kehidupannya.
"Melalui FWD consumer outlook survey, kami ingin memahami kondisi, kebutuhan, dan kesenjangan perlindungan masyarakat kelas menengah secara lebih mendalam,” kata dia, Senin (13/4/2026).

Rudy menambahkan pihaknya melihat masyarakat Indonesia kini menghadapi tekanan finansial kian kompleks. Di tengah kecenderungan lebih berhati-hati mengelola keuangan, banyak individu belum sepenuhnya siap menghadapi implikasi finansial dari usia hidup lebih panjang di tengah meningkatnya biaya kesehatan.

"Temuan ini jadi hal penting guna membantu industri dalam menghadirkan solusi lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan nasabah,” ujarnya. 

Rudy melihat dari hasil survei, masyarakat kelas menengah di Indonesia kini cenderung berada pada posisi berhati-hati secara finansial, dengan sekitar 66% responden merasa stres, khawatir, atau hanya mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ini dipicu kenaikan biaya hidup (70%), ketidakpastian pendapatan (43%), dan tingginya biaya kesehatan (40%), sehingga mendorong masyarakat lebih fokus pada menjaga stabilitas finansial daripada pertumbuhan.

Menurut dia, ada perbedaan kebutuhan dan proteksi antar generasi. Generasi Z (lahir 1996–2010) berfokus pada upaya dalam mencapai kemandirian finansial dengan dukungan proteksi sederhana dan terjangkau.

Kemudian, Generasi Y (lahir 1981–1995) menghadapi tekanan sebagai sandwich generation yakni generasi ini harus menanggung biaya hidup untuk keluarga inti dan keluarga besar seperti orangtua dan saudara kandung, serta mempertahankan penghasilan hingga risiko inflasi; Selanjutnya, Generasi X (lahir 1965-1980) memprioritaskan stabilitas jangka panjang dan mempertahankan kesejahteraan di usia pensiun.

Rudy mengatakan survei ini mengidentifikasi adanya kesenjangan antara harapan hidup, kesiapan finansial, dan kondisi kesehatan di masa depan, yakni rata-rata responden memperkirakan hidup hingga usia 79 tahun, tapi tabungan hanya cukup menopang sekitar 19 tahun usai pensiun. Selain itu, terdapat potensi periode kerentanan kesehatan selama 2-4 tahun di masa tua, yang menegaskan pentingnya perencanaan finansial jangka panjang dan solusi perlindungan yang relevan.

Menanggapi survey itu, FWD Insurance memahami apa yang jadi perhatian masyarakat lintas generasi dengan menghadirkan asuransi yang relevan. Rudy menjelaskan pihaknya memiliki sejumlah asuransi tradisional, baik asuransi konvensional maupun syariah, antara lain FWD Asuransi Jiwa, asuransi jiwa yang dipasarkan lewat platform digital commerce di laman resmi.

Kemudian, FWD Rencana Sejahtera, asuransi jiwa syariah yang memberikan perlindungan jiwa hingga 25 tahun dengan manfaat ekstra selama bulan Ramadan, perjalanan haji dan umrah, dan manfaat akhir masa asuransi sebesar 100% uang pertanggungan.

Terakhir, FWD Whole Life Protection, asuransi jiwa seumur hidup atas risiko meninggal dunia dan penyakit yang tidak tersembuhkan dengan pilihan manfaat hidup sebesar 50% uang pertanggungan yang akan dibayarkan pada usia 55 atau 65 tahun.

Ia melanjutkan untuk menjawab kebutuhan fleksibilitas dan kemudahan yang terus bertumbuh, FWD Insurance memiliki aplikasi FWD Omne, yang memungkinkan nasabah mengakses berbagai layanan dalam satu platform, mulai dari melihat informasi polis, mengakses kartu asuransi digital (eCard), hingga pengajuan klaim dan pemantauan status transaksi.

“Hasil survei ini semakin memperkuat komitmen kami untuk menempatkan kebutuhan pelanggan sebagai pusat dari segala hal dengan dukungan teknologi. Kami ingin menghadirkan pengalaman berasuransi lebih sederhana, mudah diakses, relevan, dan memberdayakan nasabah untuk celebrate living,” tutup Rudy. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya