Serapan Rumah Subsidi di Cileungsi masih Kuat

 Gana Buana
13/4/2026 18:58
Serapan Rumah Subsidi di Cileungsi masih Kuat
Akad massal Pesona Kahuripan 12 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (13/4).(MI)

PASAR hunian subsidi di wilayah penyangga Jakarta kembali menunjukkan geliat tinggi. Pengembang Pesona Kahuripan Group (PKG) mengklaim berhasil menjual 1.000 unit rumah dalam satu hari saat peluncuran proyek Pesona Kahuripan 12 di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Minggu (13/4).

Peluncuran perumahan ini ini tidak hanya diwarnai seremoni, tetapi juga diikuti akad kredit massal untuk 400 debitur serta survei serentak terhadap 1.000 calon penghuni yang sebelumnya telah melakukan pemesanan. Skala kegiatan itu menegaskan tingginya minat masyarakat terhadap rumah subsidi, khususnya di kawasan penyangga ibu kota.

Direktur Utama Pesona Kahuripan Group, Angga Budi Kusuma, mengatakan antusiasme pasar di proyek ke-12 tersebut melampaui ekspektasi awal. Dari total 1.500 unit yang disiapkan, ia menyebut jumlah yang tersisa kini tinggal sekitar 100 unit.

“Antusiasme masyarakat sangat besar. Dalam grand launching ini kami bukan hanya meresmikan proyek, tetapi juga langsung melakukan akad massal dan survei serentak. Ini menunjukkan permintaan terhadap hunian subsidi yang layak masih sangat tinggi,” kata Angga di sela acara.

Angga mengatakan, lonjakan penyerapan unit itu juga memperlihatkan bahwa segmen rumah subsidi belum kehilangan daya tarik, meski pasar properti masih dihadapkan pada tantangan daya beli dan akses pembiayaan. Di tengah kebutuhan hunian yang terus menumpuk, proyek dengan harga terjangkau dan dukungan fasilitas dasar masih menjadi incaran.

PKG menyatakan capaian tersebut sejalan dengan ekspansi yang mereka genjot sejak awal 2026. Angga menyebut, dengan tambahan realisasi penjualan dalam peluncuran ini, total penjualan perseroan pada semester pertama 2026 disebut telah mendekati 4.000 unit.

Menurut dia, salah satu faktor pendorong penjualan berasal dari strategi penyediaan infrastruktur dan fasilitas kawasan sejak awal pengembangan. PKG menekankan pembangunan fasilitas sosial, akses lingkungan, serta kesiapan infrastruktur dasar sebagai daya tarik utama proyek.

Di sisi lain, capaian ini juga dikaitkan dengan dorongan pemerintah dalam program 3 juta rumah. Sebagai pemain di sektor rumah subsidi, PKG menyatakan ingin mengambil porsi lebih besar dalam pasar tersebut, sekaligus memperluas skala usahanya secara nasional.

Apresiasi terhadap capaian PKG juga datang dari sektor perbankan.

Direktur Bank BTN, Hirwandi Gafar, menilai pola pemasaran dan penyerapan unit dalam jumlah besar seperti ini dapat membantu membaca peta kebutuhan hunian masyarakat secara lebih konkret.

Menurut Hirwandi, tingginya minat dalam proyek rumah subsidi perlu diterjemahkan lebih jauh sebagai data pasar, termasuk untuk melihat kawasan mana yang paling dibutuhkan masyarakat serta seberapa besar keinginan mereka untuk memiliki rumah.

Selain aspek serapan pasar, BTN juga menyoroti pentingnya kualitas bangunan dalam proyek rumah subsidi. Hirwandi menyebut pengembang perlu memastikan mutu konstruksi, ketahanan struktur, hingga kualitas lingkungan kawasan, terutama di tengah kondisi geografis Indonesia yang rawan gempa. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya