BNPP Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Garap Potensi Wisata dan Perikanan di Perbatasan Laut

Rahmatul Fajri
10/4/2026 17:57
BNPP Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Garap Potensi Wisata dan Perikanan di Perbatasan Laut
Ilustrasi(Dok Istimewa)

BADAN Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI memperkuat komitmennya dalam mengoptimalkan potensi unggulan di wilayah perbatasan laut Indonesia. Melalui Forum Pengelolaan Potensi Unggulan Kawasan Perbatasan Laut, BNPP mendorong kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat pesisir di beranda depan negara.

Asisten Deputi Pengelolaan Kawasan Perbatasan Laut BNPP RI, Yedi Rahmat menyatakan bahwa pengelolaan kawasan perbatasan tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus terintegrasi antara sektor perikanan, pariwisata, hingga perdagangan.

“Forum ini kami rancang untuk memfasilitasi pengembangan potensi unggulan secara terintegrasi. Tujuannya agar pengelolaan sumber daya laut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Yedi Rahmat melalui keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Dalam sektor pariwisata, perwakilan Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto, mengungkapkan bahwa wilayah perbatasan laut menjadi salah satu fokus utama Kementerian Pariwisata periode 2025–2026. Pemerintah kini tengah mendorong konsep Tourist 5.0 melalui platform digital seperti Sisparnas dan Jejaring Desa Wisata (Jadesta) untuk mempromosikan destinasi perbatasan.

Senada dengan hal itu, Kepala Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Nunukan, Yance, menyoroti potensi besar di Pulau Sebatik, seperti Pantai Batu Lamampu dan Karang Unarang. "Karang Unarang memiliki potensi wisata mancing yang kuat dan pilar keamanan yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata minat khusus," kata Yance.

Sementara itu, Asisten Deputi Penataan Ruang Kawasan Perbatasan BNPP RI, Ismawan Harijono, menambahkan bahwa Pos Lintas Batas Negara (PLBN) harus menjadi simpul kegiatan ekonomi dan pariwisata tematik, seperti potensi ikan arwana di PLBN Badau yang dapat menarik wisatawan mancanegara.

Di sektor kelautan, program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) terbukti efektif meningkatkan ekonomi lokal. Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data dan Informasi Kenelayanan, Ilham, memaparkan keberhasilan di Samber Binyeri di mana pendapatan nelayan melonjak 78 persen berkat dukungan infrastruktur seperti pabrik es dan cold storage.

“Tantangan utama saat ini adalah kapasitas SDM dan akses permodalan. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha sangat krusial di sini,” jelas Ilham. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya