Inflasi Bisa Dorong Tren Penaikan Suku Bunga

Fathia Nurul Haq
16/1/2017 14:30
Inflasi Bisa Dorong Tren Penaikan Suku Bunga
(ANTARA)

SETELAH satu tahun penuh melancarkan era pelonggaran moneter, Bank Indonesia diperkirakan akan kesulitan mempertahankan arah kebijakan moneternya tahun ini. Pasalnya, inflasi tahun ini diperkirakan akan lebih tinggi dari tahun lalu.

Bahkan, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta berpandangan bukan tidak mungkin BI malah akan menaikkan suku bunga acuannya yakni BI-7 Days Reverse Repo rate (BI-7DRRR).

"Kebijakan moneter yang telah didorong longgar sepanjang 2016 oleh BI, diperkirakan mulai memasuki fase jenuh dan siap memulai periode kenaikannya," ujar Rangga melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (16/1).

Kendati tertekan dengan tekanan global dan inflasi yang lebih liar memasuki 2017 ini, Rangga memandang meningkatnya cadangan devisa Desember 2016 lalu memperlambat waktu BI mengetatkan kebijakan moneternya.

Sebagai informasi, Desember 2016 lalu cadangan devisa nasional tercatat di BI sebesar US$116,4 miliar, lebih tinggi ketimbang posisi akhir November 2016 sebesar US$111,5 miliar.

Peningkatan itu dipengaruhi penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerbitan global bonds dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan devisa migas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.

"Walaupun tersedianya likuiditas dolar bisa menjadi penunda, potensi kenaikan inflasi diperkirakan menjadi penyebab utama kembalinya tren kenaikan suku bunga ke depan," urai Rangga.

Survei BI di minggu I Januari 2017 menunjukkan inflasi yang naik ke 3,26% (YoY) dari 3,02% (YoY) di Desember 2016. Kendati begitu Rangga memprediksi kenaikan suku bunga acuan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Rapat dewan Gubernur (RDG) BI Kamis minggu ini diperkirakan mempertahankan BI-7DRRR rate di 4,75%," tutupnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya