Raih Proper Emas, Anak Usaha Arsari Tambang Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Smelter

Rahmatul Fajri
07/4/2026 20:16
Raih Proper Emas, Anak Usaha Arsari Tambang Targetkan 100 Persen Energi Terbarukan di Smelter
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PT Mitra Stania Prima (MSP), perusahaan timah di bawah naungan Arsari Tambang meraih dua penghargaan tertinggi dalam ajang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (Proper) 2026. Perusahaan menyabet penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, kepada Komisaris MSP Harwendro Adityo Dewanto dan Direktur Utama Arsari Tambang Aryo P. S. Djojohadikusumo di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Direktur Utama Arsari Tambang, Aryo P. S. Djojohadikusumo menyatakan bahwa capaian ini merupakan validasi atas komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas lingkungan di wilayah operasional agar tetap bersih dari pencemaran.

“Dampak paling nyata yang dirasakan masyarakat adalah kualitas udara yang semakin bersih. Ini merupakan bagian dari komitmen kami menuju net zero, yakni tidak menghasilkan pencemaran udara maupun air,” ujar Aryo usai menerima penghargaan.

Sebagai langkah konkret pasca-raihan Proper Emas, Aryo mengungkapkan bahwa MSP tengah menyiapkan transformasi besar di sektor hilir. Salah satunya adalah target penggunaan energi terbarukan sepenuhnya pada fasilitas pengolahan.

“Insyaallah tahun depan kami menargetkan penggunaan 100 persen renewable energy di smelter. Ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk meningkatkan kualitas lingkungan,” tegasnya.

Tak berhenti di sektor hilir, Aryo juga berambisi meningkatkan peringkat Proper di sektor hulu atau kegiatan pertambangan. Saat ini, unit tambang MSP telah menyandang predikat Proper Hijau dan ditargetkan naik menjadi Proper Emas melalui modernisasi alat berat.

“Ke depan, kami akan mendorong peningkatan menjadi Proper Emas dengan penggunaan alat berat zero emission dan elektrifikasi di seluruh proses produksi,” jelas lulusan universitas luar negeri tersebut.

Lebih lanjut, Aryo menekankan bahwa segala inovasi lingkungan yang dilakukan bukan sekadar untuk mengejar pengakuan formal, melainkan bentuk tanggung jawab moral perusahaan kepada alam dan masyarakat.

“Kami melakukan semua ini bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan, tetapi sebagai komitmen untuk tidak mencemari lingkungan. Integritas adalah harga mati sekarang dan selamanya,” pungkas Aryo.

Diketahui, penghargaan Proper Emas sendiri diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup kepada perusahaan yang dinilai telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance), serta konsisten melakukan inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat di sekitar area tambang. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya