Masuki Usia 55, Askrindo Percepat Transformasi Digital dan Pembiayaan UMKM

Heryadi
06/4/2026 18:42
Masuki Usia 55, Askrindo Percepat Transformasi Digital dan Pembiayaan UMKM
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55 dengan mengusung tema “Grow Within, Perform Beyond”.(Dok.Askrindo)

PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-55 dengan mempercepat transformasi digital dan memperkuat peran dalam pembiayaan nasional, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perayaan yang digelar di Graha Askrindo mengusung tema “Grow Within, Perform Beyond” sebagai komitmen perusahaan untuk memperkuat kinerja internal sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, mengatakan peringatan HUT menjadi momentum refleksi dan penguatan kontribusi perusahaan terhadap inklusi keuangan.

“Peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi atas peran kami dalam mendorong inklusi keuangan. Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM,” ujarnya.

Sejak berdiri pada 6 April 1971, Askrindo mencatat penjaminan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM periode 2007–2025, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 62,7 juta orang.

Sepanjang 2025, perseroan menjamin KUR senilai Rp114 triliun kepada 2 juta debitur UMKM yang menyerap 3,7 juta tenaga kerja. Selain itu, Askrindo membukukan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun dan premi bruto Rp4,44 triliun (unaudited).

Fankar menilai capaian tersebut menunjukkan fundamental bisnis yang semakin kuat. “Kami melihat strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.

PELUNCURAN SISTEM DIGITAL

Dalam rangkaian HUT, Askrindo meluncurkan sistem digital FINTRACS dan ASK-SCORING untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza, menjelaskan FINTRACS merupakan sistem terintegrasi untuk memusatkan transaksi keuangan. “Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas terintegrasi dalam satu platform dengan monitoring real-time sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” ujarnya.

Sementara itu, ASK-SCORING digunakan untuk mempercepat proses underwriting berbasis penilaian risiko. “Sistem ini memungkinkan analisis risiko lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi serta terintegrasi dengan core system perusahaan,” kata Leonardo.

Selain fokus pada bisnis, Askrindo juga menyalurkan bantuan pendidikan kepada 158 anak dan 15 pegawai alih daya sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

Fankar menegaskan, transformasi yang dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan dampak bagi perekonomian. “Askrindo akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM, agar tumbuh lebih cepat dan berdaya saing,” tutupnya. (E-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Heryadi
Berita Lainnya