Target KUR di 2017 Rp110 Triliun

Andhika Prasetyo
13/1/2017 16:40
Target KUR di 2017 Rp110 Triliun
(Indutri rumahan pakaian gamis -- ANTARA/Risky Andrianto)

KEMENTERIAN Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp110 triliun pada 2017.

Jumlah tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya yakni Rp100 triliun dengan realisasi penyerapan sebesar 94,4% atau Rp94,4 triliun dan debitur sebanyak 4,3 juta orang.

Pada 2016, masih seperti tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar KUR dominan disalurkan ke sektor usaha perdagangan dengan total 66%.

"Sementara sektor produktif di luar itu, seperti pertanian hanya 17%, industri jasa 10%, industri pengolahan 4% dan perikanan 1,5%," ujar Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian KUKM Braman Setyo, di Kantor Kementerian KUKM, Jumat (13/1).

Ia mengatakan, pada tahun ini, pemerintah akan berupaya meningkatkan realisasi penyaluran di sektor-sektor yang masih minim tersebut. "Sektor produktif di luar perdagangan harus lebih meningkat. Kuota di perdagangan bisa diperkecil sehingga yang lain bisa naik," tuturnya.

Kecilnya penyaluran KUR ke sektor riil seperti pertanian, perkebunan dan perikanan terjadi karena tingginya risiko sehingga pelaksana penyalur kerap kesulitan untuk memberikan pinjaman.

Wacana untuk memberikan kelonggaran pengembalian pinjaman kepada para pelaku usaha di sektor riil itu pun dikeluarkan. Lembaga-lembaga penyalur KUR diminta memberikan aturan khusus yang lebih fleksibel kepada para pelaku usaha tersebut.

Namun, hingga saat ini, fleksibilitas pembiayaan semacam itu masih belum menemui titik terang.

Adapun, strategi lain di luar itu, ucap Braman, telah disiapkan Kementerian KUKM. "Kami akan mendorong agar para petani tergabung ke dalam satu kelompok dan bisa menggunakan alat-alat pertanian bersama di dalam kelompok itu, seperti traktor, untuk dijadikan sebagai jaminan," terangnya.

Tahun ini, Kementerian KUKM menargetkan adanya penambahan bank atau lembaga pembiayaan penyalur KUR dari 33 pelaksana pada tahun lalu, menjadi 38 di 2017 agar kinerja KUR bisa lebih optimal. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya