Jangan Jadikan Data Hiperbolik sebagai Senjata Kritik

Tesa Oktiana Surbakti
11/1/2017 18:25
Jangan Jadikan Data Hiperbolik sebagai Senjata Kritik
(MI/Susanto)

SUDAH menjadi tugas dari anggota DPR untuk mengawasi kebijakan pemerintah. Namun, dalam menanggapi suatu permasalahan, sebaiknya jangan menggunakan data hiperboliK yang rentan menggangu stabilitas perekonomian.

Wakil Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat Johnny G Plate menekankan penting bagi seluruh anggota DPR dan para politisi untuk tidak bermain dengan data hiperbolik. Pasalnya, penggunaan data yang demikian berpotensi menimbulkan gejolak.

"Pada saat data-data itu disampaikan ke publik, termasuk dalam rapat paripurna, maka akan mengganggu perekonomian kita secara keseluruhan," ujarnya Johnny dalam keterangan resmi, Rabu (11/1).

Dia cukup mengapresiasi atas capaian pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi makro nasional pada 2016 yang diprediksi melampui 5%. Capaian pemerintahan Jokowi-JK merupakan peringkat pertumbuhan tertinggi ketiga di antara negara-negara G-20.

"Apresiasi yang tinggi juga atas pengendalian hasil devisa 3% di 2016. Kemudian, stabilitas nilai tukar rupiah yang sesuai dengan UU APBN 2016," imbuh Johnny.

Terhadap capaiaN-capaian tersebut, kata dia, jelas memberikan dampak besar terhadap target pembangunan nasional. Maka dari itu, pihaknya mengimbau pemerintah dan DPR bersinergi untuk mempertahankan capaian positif.

"Sekali lagi kami ingin menggarisbawahi dan mengingatkan agar penggunaan data jangan hiperbolik," tandas dia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya