Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menginginkan pertumbuhan ekonomi yang baik selaras dengan pemerataan pendapatan. Sesuai nawacita, pemerintah ingin Indonesia dibangun dari pinggiran, dalam hal ini termasuk desa.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan sebenarnya bila dikelola dengan benar, desa di Indonesia mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi.
"Semua kelebihan Indonesia, kekayaan alam, banyaknya suku adat dan bonus demografi angkatan kerja naik dari 47% menjadi 67%, punya potensi untuk mengkapitalisasi menjadi pengembangan ekonomi Indonesia," ujarnya dalam Rakernas Pembangunan Pertanian 2017, di Jakarta, Kamis (5/1).
Indonesia, lanjut Eko, telah menjadi negara dengan kedaulatan ekonomi nomor 16 di dunia. GDP Indonesia saat ini hampir mencapai US$900 miliar. Namun sangat disayangkan masih banyak warga negaranya yang miskin dan hidup di bawah garis kemiskinan.
Indonesia juga memiliki 74.910 desa pada 2017 dan sangat beragam kondisinya. Sebanyak 80% dari desa-desa di Indonesia itu hidup di sektor pertanian. Oleh karena itu sebenarnya keberhasilan desa bergantung dari sektor pertanian.
“Kementerian Desa akan fokus ke sektor pertanian, pariwisata dan pelayanan jasa. Bicara pertanian, sektor ini harus besar dan terintegrasi dari hulu ke hilir, Desa-desa yang fokus pada satu komoditas tertentu, bisa kita lihat, rata-rata pendapat per kapita mereka di atas Rp2,5 juta,” bebernya.
Sayangnya, lebih dari separuh desa belum fokus, seperti sedikit menanam cabai, padi, jagung, bawang dan lainnya.
Fasilitas pasca panen yang minim pun dia akui sebagai penyebab harga komoditi bahan pokok tidak stabil. Rata-rata, sarana pasca panen hanya 10% dan 90% fokus pada pra dan saat panen. Karena itu , Eko ingin membuat desa-desa fokus sehingga ada skala produksi yang cukup.
Dalam lima tahun, kata dia, akan terdapat 100 juta angkatan kerja di desa. Kalau pengolahan lahan di desa bisa fokus, memungkinkan seorang angkatan kerja memiliki penghasilan 2 juta per bulan. Bila hal tersebut terjadi, setidaknya 100 juta angkatan kerja akan mampu menghasilkan pendapatan secara umum Rp 200 triliun.
“Jumlah tersebut dapat menciptakan kemampuan daya beli. Kalau itu terjadi desa akan kontribusi tambahan GDP US$ 1 miliar. Itu membuktikan desa bisa menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan motor ekonomi Indonesia," tukas Eko. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved