Indonesia Butuh Lebih Banyak Pembangkit Terapung

Fetry Wuryasti
29/12/2016 10:55
Indonesia Butuh Lebih Banyak Pembangkit Terapung
(MI/Palce Amalo)

PRESIDEN Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Kapal Apung pembangkit listrik atau yang biasa disebut Marine Vessel Power Plant (MVPP) Bolok berkapasitas 60 MW di kawasan perairan Bolok, Kupang Barat, NTT , Rabu (28/12).

Dalam kunjungannya, Jokowi menekankan pemenuhan kebutuhan warga akan listrik adalah yang utama, sehingga hadirnya kapal MVPP Bolok 60 MW dianggap sebagai salah satu solusi untuk menambah kapasitas pasokan listrik di Kupang.

Terhitung seminggu sejak tiba di Kupang pada Jumat (16/12), MVPP Bolok 60 MW kini telah berhasil masuk sistem kelistrikan Kupang. Untuk tahap awal ini tambahan daya yang dihasilkan yakni sebesar 20 MW. Jumlah ini akan terus meningkat dan ditargetkan akan beroperasi maksimal pada akhir bulan depan.

"Keberadaan MVPP Bolok 60 MW penting sebagai jembatan atau solusi untuk memenuhi kebutuhan sistem Timor. Secara pararel PLN juga tengah membangun sejumlah pembangkit seperti PLTU Timor 2x50 MW dan PLTMG 2x20 MW yang ditargetkan akan masuk sistem pada akhir 2018," ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir, melalui siaran persnya, Kamis (29/12).

MVPP Bolok adalah Pembangkit Listrik terapung kedua yang telah disewa oleh PLN dan dikontrak selama lima tahun. Dengan kekuatan 60 MW artinya dapat memenuhi sekitar 230 ribu pelanggan baru. Hal ini penting mengingat pertumbuhan listrik di Wilayah Timor saat ini sebesar 12%.

Selain itu, dengan adanya MVPP Bolok 60 MW, PLN berhasil menghemat Rp70 milIar per tahun. Adapun saat inI daya mampu untuk sistem Wilayah Timor yakni sebesar 75 MW dengan beban puncak mencapai 70 MW.

Sofyan menambahkan bahwa pembangkit listrik terapung dianggap tepat mengingat Indonesia negara kepulauan dengan 17 RIBU pulau. pembangkit listrik di atas kapal yang dapat berpindah tempat dari satu pulau ke pulau lain paling cocok dengan Indonesia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya