Menkeu: Aset Negara Harus Produktif dan Memakmurkan Rakyat

Dero Iqbal Mahendra
23/12/2016 21:23
Menkeu: Aset Negara Harus Produktif dan Memakmurkan Rakyat
(ANTARA)

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengakui bila pengelolaan aset negara masih belum optimal. Menurutnya selama ini pemerintah hanya terkonsentrasi pada bagaimana membelanjakan anggaran belanja modal seoptimal mungkin tanpa memikirkan pengelolaan pasca-pembelian aset.

"APBN 2005-2010 aset negara berdasarkan belanja modal pemerintah diperkirakan ada Rp1.300 triliun. Aset belanja modal itu tidak akan hilang kecuali untuk konsumsi, dan akumulasinya tiap tahun akan naik," terang Sri Mulyani saat meresmikan Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN) di Jakarta, Jumat (23/12).

Ia mengkritik di Indonesia seringkali hanya fokus membeli dan menciptakan aset, cuma dicatatkan dalam pembukuan tanpa dimanfaatkan secara produktif. Padahal, menurut Menkeu, jika aset tersebut dimanfaatkan dengan baik akan bisa menambah aset ke depannya.

Ia mencontohkan, Kementerian Keuangan memiliki ratusan apartemen yang disita karena permasalahan bank yang bail out di 1997-1998. Namun saat ini ratusan apartemen itu hanya diam saja tanpa disewakan dan tiap tahun memerlukan biaya perawatan untuk utilitas.

Karena itu Sri Mulyani berharap LMAN bisa melaksanakan tugas dalam mengelola aset negara dengan tata kelola baik, profesional dan bebas dari kepentingan manapun. LMAN harus kerja keras agar aset yang sebelumnya tidak produktif dapat bermanfaat bagi kemakmuran rakyat dan menciptakan keuntungan yang maksimal bagi penerimaan negara.

"Kita harus berpikir lebih keras lagi karena setiap jengkal tanah tidak seharusnya idle sehingga kehilangan kesempatan memakmurkan rakyat. Masa rakyat harus menunggu 50 tahun lagi? Kecepatan menciptakan value dan benefit harus terus ditingkatkan."

"Semoga ini menjadi awalan untuk mengelola aset negara, dengan fokus untuk menghubungkan aset dengan kesejahteraan rakyat, menghilangkan konflik kepentingan dan bebas korupsi," tutup Menkeu. (Ant/X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya