Poin Alot Sudah Disepakati, Blok Masela Segera Digarap

Tesa Oktiana Surbakti
23/12/2016 17:16
Poin Alot Sudah Disepakati, Blok Masela Segera Digarap
(Ist)

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sudah ada kesepakatan atas sejumlah usulan insentif yang diminta investor Blok Masela, Inpex Corporation. Kesepakatan itu merupakan salah satu hasil dari lawatan Luhut ke Jepang.

Sebelumnya, perusahaan asal Jepang itu meminta sejumlah insentif agar pengerjaan proyek migas di Lapangan Abadi Blok Masela dapat berjalan ekonomis.

“Kami sudah sepakat terhadap enam item yang jadi concern mereka (investor). Intinya kita harus menjaga aspek keadilan (fairness),” ujar Luhut dalam konferensi pers di kantornya, Jum’at (23/12).

Dari total enam jenis insentif, terdapat dua poin yang sebelumnya menjadi perdebatan alot antara pemerintah dan investor. Yang pertama moratorium masa kontrak yang sebelumnya diminta Inpex selama 10 tahun karena pemerintah mengubah skema pengembangan kilang gas alam cair dari off shore menjadi on shore. Pemerintah hanya mengabulkan moratorium selama 7 tahun.

"Investor minta 10 tahun tapi kami melihat angka realistisnya adalah 7 tahun. Tadi mereka juga sudah ke Kementerian ESDM dan siap menjawab sesuai permintaan kita,” imbuh Luhut. Itu artinya, masa kontrak akan mundur menjadi 2035 dari yang semestinya berakhir 2028.

Yang kedua terkait usulan Inpex menaikkan kapasitas produksi menjadi 9,5 juta ton per tahun (MTPA), pemerintah, terang Luhut hanya mengamini penambahan kapasitas sekitar 7,5 MTPA. "Yang disepakati 7,5 MTPA plus 470 MMBTU,” lanjut dia.

Selain itu, pemerintah masih mengaudit nilai permintaan penggantian biaya operasional migas (cost recovery) sebesar US$ 1,6 miliar. Pemerintah berharap pasca-dikeluarkannya putusan resmi dari SKK Migas, pengembangan blok dengan cadangan terbukti 10,73 triliun kaki kubik (TCF) itu akan berdampak ke industri hilir lainnya.

Di lain pihak, Senior Communication Manager Inpex Corporation Usman Slamet mengatakan perusahaan masih terus membuka ruang negosiasi dengan Kementerian ESDM dan SKK Migas. Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah mempercepat pengembangan blok kaya migas di perairan Arafura tersebut.

"Pembicaraan masih terus berjalan soal kondisi yang dibutuhkan untuk dapat segera memulai proyek pengembangan Blok Masela. Kita optimistis pemerintah akan memberikan yang terbaik, ujar Usman saat dikonfirmasi, Jumat (23/12).



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya