Modus Penyelundupan kian Beragam, Menkeu Minta Aparat Tegas

Dero Iqbal Mahendra
23/12/2016 16:31
Modus Penyelundupan kian Beragam, Menkeu Minta Aparat Tegas
(ANTARA)

UPAYA penyelundupan barang-barang ilegal dan narkoba di mata Menteri Keuangan Sri Mulyani kini sudah memiliki modus amat beragam. Ketegasan dan efisiensi menjadi sangat penting dalam mencegah produk-produk selundupan itu masuk ke Indonesia.

Menkeu mengungkapkan saat ini penyelundupan banyak dilakukan dengan memanfaatkan metode pengiriman yang bervariasi. Misalnya, kata dia, dari Belanda masuk melalui Jerman, AS, Myanmar atau negara lain. Untuk itu Menkeu mengingatkan para petugas untuk tetap waspada.

"Kami dengan Pak Buwas (Kepala BNN Komjen Budi Waseso) sampaikan modusnya diselundupkan dengan menggunakan barang-barang furnitur, yang sekarang dilaporkan oleh kepala kantor bea cukai. Juga ada dari pos kiriman. Di Pasar Baru saja ada 41 modus pengiriman dan sekarang berasal dari negara-negara yang dulu tak diperkirakan sebagai sumber," terang Sri Mulyani saat menghadiri pemusnahan barang bukti berupa minuman keras (miras) dan rokok ilegal di kantor pusat Ditjen Bea dan Cukai Jakarta, Jumat (23/12).

Menjelang akhir tahun ia memprediksi terdapat peningkatan frekuensi yang semakin meningkat. Untuk itu koordinasi Bea Cukai dengan Polri dan BNN menjadi sangat penting.

Selain itu Sri juga melihat terdapat tren pola peningkatan konsumsi minuman keras (miras) jelang akhir tahun yang juga ikut mendorong naiknya penyelundupan.

"Tahun ini terjadi peningkatan yang luar biasa dari sisi penindakan yang dilakukan nyaris di semua pelabuhan dan melalui berbagai modus. Peningkatannya sendiri naik bila dibandingkan tahun 2015," terang Sri.

Setiap tahunnya, pemberantasan miras dan rokok ilegal yang dilakukan Bea Cukai semakin meningkat secara signifikan. Sepanjang 2016 Bea Cukai secara nasional sudah menindak 1.205 kali untuk miras ilegal dan 2.248 kali untuk rokok ilegal. Pada 2015 lalu, Bea Cukai menindak 967 kasus miras ilegal dan 1.232 kasus rokok ilegal.

Sri mengungkapkan, hal itu menggambarkan tantangan Bea Cukai semakin berat. "Bukan hanya dituntut untuk meningkatkan penerimaan negara, nelainkan menjaga keamanan bersama dengan BNN, Polri dan TNI untuk terutama untuk mencegah masuknya barang ilegal ke Indonesia. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya