Ruang Pelonggaran Moneter di 2017 Tergantung The Fed

Anastasia Arvirianty
16/12/2016 19:45
Ruang Pelonggaran Moneter di 2017 Tergantung The Fed
(ANTARA)

PELONGGARAN moneter di 2017 mendatang dinilai masih bisa dilakukan, tetapi harus memperhatikan langkah-langkah yang akan dilakukan The Fed terhadap suku bunga acuan AS.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, pada 2017 mendatang, Bank Indonesia (BI) harus mencermati apa langkah yang akan dilakukan The Fed, terutama setelah Fed melempar optimisme bakal menaikkan suku bunga acuannya sebanyak tiga kali.

Menurut Bambang, jika The Fed menaikkan suku bunga, tentunya harus dihitung benar apakah pelonggaran moneter yang dilakukan bisa menjaga kestabilan rupiah.

"Jadi tetap yang nomor satu adalah competitiveness dari nilai tukar rupiah, dan kedua bagaimana BI bisa mendorong dunia usaha agar bisa menjadi stimulus," ujar Bambang saat dijumpai dalam peluncuran Rencana Aksi Keterbukaan Pemerintah 2016-2017, di Jakarta, Jumat (16/12).

Di sisi lain, menurutnya, pemerintah mesti fokus untuk menjaga kestabilan fundamental ekonomi Indonesia, baik dari defisit transaksi berjalan, kinerja ekspor, neraca perdagangan, dan juga stabilitas dan keberlanjutan dari fiskal.

Dengan begitu, tambahnya, kalaupun ada kebijakan dari The Fed yang mungkin bisa mengakibatkan tekanan bagi rupiah, Indonesia masih punya kekuatan menghadapi tekanan tersebut.

"Sebab, tekanan akan terus terjadi dan pasti yang paling banyak menangani tekanan tersebut adalah negara emerging market, termasuk Indonesia," tandas Bambang.

Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara menilai rencana The Fed menaikkan suku bunga acuan tiga kali di tahun depantidak akan menghambat pemulihan ekonomi domestik, selama dua indikator fundamental ekonomi terjaga dengan baik.

"Dua indikator fundamen ekonomi itu ialah inflasi dan kontribusi ekspor," kata dia di sela-sela seminar nasional 'Outlook Perekonomian Nasional 2017' di Jakarta, Jumat (16/12). (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya