Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN rapat FOMC yang berencana menaikkan suku bunga Federal Reserve sebanyak tiga kali pada 2017, ditanggapi santai oleh Bank Indonesia (BI). BI menilai rencana FOMC itu tidak akan menghambat pemulihan ekonomi domestik, selama dua indikator fundamental ekonomi terjaga dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara kepada wartawan di sela-sela seminar nasional 'Outlook Perekonomian Nasional 2017' di Jakarta, Jumat (16/12).
Mirza menjelaskan, dua indikator fundamen ekonomi itu ialah inflasi dan kontribusi ekspor. Dari segi inflasi, ia menegaskan, pemerintah harus mampu menjaga laju inflasi, minimal tidak melampaui jangkauan prediksi BI di 4% plus minus 1% pada 2017.
Meski begitu, Mirza mengakui, memang ada ancaman terhadap kenaikan inflasi, terutama karena adanya rencana pemerintah mengurangi subsidi energi, dengan menaikkan tarif listrik dan harga gas.
"Itu bisa meningkatkan inflasi. Sehingga, skema pengurangan subsidinya harus sedemikian rupa. Sebab, jika inflasi terus meningkat, perbankan juga akan sulit menurunkan bunga kredit, dan mengabaikan transmisi dari pelonggaran kebijakan moneter," ujar Mirza.
Fundamental kedua ialah kecenderungan terus membaiknya ekspor Indonesia, didorong oleh pemulihan harga komoditas yang diyakini masih akan terus berlanjut di tahun depan. Juga karena faktor perekonomian Tiongkok yang menunjukkan pemulihan.
Era keuangan digital (fintech) juga disebut menjadi salah satu yang berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Direktur Eksekutif Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Enny Panggabean mengungkapkan terjadi peningkatan besar penggunaan uang elektronik.
Ia mencontohkan, selama perayaan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), terjadi lonjakan transaksi e-commerce sebanyak 3-4 kali lipat dari masing-masing marketplace, dibandingkan hari-hari biasa.
"Hal ini menunjukkan peningkatan konsumsi, khususnya di daerah sehingga membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi domestik." (Arv/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved