Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENAIKAN bunga acuan the Fed atau Federal Funds Rate (FFR) harus dilihat sebagai peluang bagi Indonesia untuk menggenjot ekspor, khususnya ekpor nonmigas.
Pasalnya, Amerika Serikat merupakan mitra dagang nonmigas terbesar dengan porsi terhadap ekspor nonmigas mencapai 11,97% dengan nilai US$14,22 miliar sepanjang November saja.
"Neraca perdagangan nonmigas kita dengan AS surplus US$7,7 miliar year-to-date, yang terbesar di antara negara-negara lain," ucap Direktur Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo dalam konferensi pers di kantornya, Kamis (15/12).
Apalagi, urai Sasmito, ekspor nonmigas saat ini menjadi penopang utama surplus perdagangan dengan peran 90,93% terhadap keseluruhan nilai ekspor. Secara nilai ekspor nonmigas menguasai US$118,8 miliar dari total ekspor nasional US$130,65 miliar.
FFR seharusnya memang tidak berpengaruh secara langsung kepada Indonesia. Namun nyatanya, hari ini, pasar valas maupun saham bergejolak. Dampaknya, rupiah berfluktuasi cenderung melemah terhadap dolar AS.
Fakta tersebut, menurut Sasmito mestinya dilihat sebagai peluang untuk meningkatkan daya tawa produk ekspor nasional di AS.
"Pertma, pasti rupiah akan melemah dulu terhadap dolar. Tapi kalau rupiah melemah, kesempatan barang ekspor kita tambah gampang dijual di luar negeri. FFR (disesuaikan) akan membuat rupiah melemah tapi ekspor menguat," sebut Sasmito.
Menurutnya, perbaikan ekonomi AS, yang menjadi dasar Federal Reserve menaikkan suku bunganya, mengindikasikan adanya peningkatan kebutuhan barang dan jasa seiring dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat.
Artinya, daya serap AS sedang membaik dan bisa menjadi celah bagi eksportir nasional mengekspansi volume perdagangannya. "Demand terhadap barang naik, harga turun tapi volume baik," pungkas dia. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved