Miris, Angkatan Kerja RI Didominasi Lulusan SD/SMP

Putri Rosmalia Octaviyani
15/12/2016 13:01
Miris, Angkatan Kerja RI Didominasi Lulusan SD/SMP
(ANTARA)

LEBIH dari 60% angkatan kerja di Indonesia hanya lulusan SD atau SMP. Seluruhnya merupakan angkatan kerja berusia 15 tahun ke atas. Dengan kondisi tersebut, mayoritas angkatan kerja Indonesia masih terjebak bekerja dalam level industri paling bawah atau sektor informal.

"Tantangan Indonesia kaitannya dengan bidang ketenagakerjaan masih cukup besar. Kondisi mereka secara faktual masih jauh dari harapan," ungkap Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri dalam sebuah seminar ketenagakerjaan di Jakarta, Rabu (14/12).

Hanif menyatakan, setidaknya terdapat empat kebijakan yang bisa didorong untuk memastikan terjadinya penguatan akses dan mutu pelatihan kerja. Dengan demikian, diharapkan tidak terjadi mismatch antara kebutuhan dunia industri dengan tenaga kerja yang tersedia.

Kebijakan itu ialah penguatan informasi pasar kerja, pelatihan vokasional dan pemagangan, keterlibatan dunia usaha, serta kemitraan sosial.

"Pendidikan formal dan kualitas lembaga pelatihan yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja. Perlu diadakan penyesuaian antara kompetensi pekerja dengan permintaan tenaga kerja," ungkap Hanif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja Indonesia pada Agustus 2016 mencapai 125,44 juta orang dari 189,10 juta penduduk Indonesia di usia kerja.

Angka tersebut naik sekitar 0.58 poin jika dibandingkan dengan Agustus 2015 sebanyak 122,38 juta orang. Namun meningkatnya jumlah tenaga kerja tidak serta merta berdampak postif bagi dunia industri di negeri.

"Dunia usaha sebagai penyerap tenaga kerja harus didorong untuk melakukan investasi di bidang sumber daya manusia. Kerja sama antara dunia usaha dengan serikat pekerja juga perlu diperkuat. Akses pelatihan tenaga kerja harus diperbesar dan mutunya ditingkatkan," tutup Hanif. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya