Jelang Rapat The Fed, Indonesia Kebanjiran Dana

Fathia Nurul Haq
14/12/2016 13:28
Jelang Rapat The Fed, Indonesia Kebanjiran Dana
(ANTARA)

JELANG rapat bulanan Federal Open Market Committee (FOMC) yang diyakini pasar akan memutuskan penyesuaian ke atas suku bunga acuan di Amerika Serikat (Federal Reserve Fund Rate/FFR), hari ini rupiah alami penguatan.

Tren itu menurut Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juda Agung disebabkan overprice outflow sebagai reaksi atas terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS bulan lalu.

"Desember ini kita inflow loh, sampai sekarang sudah Rp7 triliun untuk Desember saja. Makanya rupiah menguat," ucap Juda saat ditemui di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/12).

Hingga perdagangan sesi pertama rupiah terpantau berada di angka Rp13.290 per US$, menguat 35 poin dari angka pembukaannya. Sesuai dengan pernyataan Juda, rupiah memang mengalami tren penguatan dalam beberapa hari belakangan.

Juda menguraikan arus uang masuk bulan ini dipastikan akan cukup deras, mengingat overprice yang direaksikan pasar bulan lalu cukup besar. Menurut data BI, sepanjang November saja net outflow mencapai Rp30 triliun

"Mungkin overprice, terutama November dengan terpilihnya Trump, overprice. Tapi market kan selalu gitu, bereaksi duluan, adjustment kemudian. Jadi yang terjadi inflow Rp7 triliun," lanjut Juda.

Selain itu, Juda menguraikan potensi repatriasi dari amnesti pajak juga tinggi. Menurut data Ditjen Pajak, seharusnya ada repatriasi masuk senilai Rp143 triliun yang mesti dituntaskan wajib pajak hingga akhir Desember nanti. Namun, hingga akhir November 2016 repatriasi yang masuk baru Rp61,1 triliun. Artinya ada sekitar Rp81 triliun lagi yang siap masuk bulan ini.

Dengan profil risiko likuiditas seperti itu, Juda menerangkan tidak ada yang perlu dikhawatirkan terkait hasil FOMC Kamis (15/12) dini hari WIB nanti. "Semua sudah diperhitungkan," pungkas Juda. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya