PLN Operasikan 8 Pembangkit Mobile

Tesa Oktiana Surbakti
12/12/2016 16:45
PLN Operasikan 8 Pembangkit Mobile
(ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), sejak Juli hingga awal Desember 2016, telah mengoperasikan 8 pembangkit MPP (mobile power plant) sebagai bagian dari percepatan pembangunan megaproyek 35.000 megawatt (mw).

Kedelapan pembangkit yang sudah beroperasi ialah MPP Jeranjang, Lombok 2x25 mw, MPP Air Anyir, Bangka 2x25 mw, MPP Tarahan–Lampung 4x25 mw, MPP Nias 1x25 mw, MPP Pontianak 4x25 mw, MPP Balai Pungut, Riau 3x25 mw, MPP Suge, Belitung 1x25 mw dan MPP Paya Pasir, Medan 3x25 mw.

Total kapasitas 8 pembangkit listrik dengan tenaga gas/mobile plant (PLTG/MPP) itu sebesar 500 mw.

Pembangunan PLTG MPP tersebut dilakukan oleh anak Perusahaan PLN yakni Bright PLN Batam yang menggandeng PT GE Operation Indonesia sebagai kontraktor utama dan PT Pembangunan Perumahan Tbk sebagai subkontraktor untuk proses kontruksinya. Nilai investasi keseluruhan mencapai Rp8 triliun.

“Pembangunan proyek ini dapat selesai rata-rata 6 bulan sejak serah terima lahan dari PLN kepada PLN Batam, Ini bukti komitmen PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik dan keandalan sistem," jelas Direktur Bisnis Regional Sumatra Amir Rosidin dalam keterangan resmi, Senin (12/12).

Pemilihan area lokasi MPP, sambung Amir, didasarkan sejumlah pertimbangan. Seperti kondisi wilayah yang masih kekurangan pasokan listrik dan juga membutuhkan tambahan pasokan listrik dikarenakan tingginya pertumbuhan listrik di daerah tersebut. Mobile power plant dipilih untuk menjadi solusi cepat dan tepat.

“Teknologi pembangkit yang canggih, jangka waktu pembangunan yang cepat, pengoperasiannya yang ramah lingkungan dan dapat dipindahkan ke lokasi manapun. Sehingga pembangunan PLTG MPP ini merupakan pilihan tepat untuk mengatasi defisit daya dalam waktu singkat,” imbuhnya. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya