Pupuk Indonesia Garap Kawasan Bintuni

Andhika Prasetyo
02/12/2016 15:30
Pupuk Indonesia Garap Kawasan Bintuni
(Ist)

PT Pupuk Indonesia mengungkapkan tengah mengembangkan proyek di Kawasan Bintuni, Papua Barat. Proyek tersebut bekerja sama dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Kementerian Perindustrian.

"Kami telah melakukan kajian berupa skema proyek, keekonomian proyek, serta proyeksi kebutuan gas bumi," ujar Kepala Komunikasi Korporat Pupuk Indonesia Wijaya Laksana di Jakarta, Jumat (2/12).

Berdasarkan kajian yang dilakukan, untuk pengembangan tahap awal, Wijaya mengatakan Pupuk Indonesia akan mengembangkan industri petrokimia, yakni methanol dan berbagai turunannya seperti ethylene, propylene, polythylene dan polypropylene di kawasan tersebut.

"Untuk tahap kedua baru kami akan kembangkan pupuk NPK," lanjutnya.

Wijaya membeberkan setidaknya dibutuhkan pasokan gas sekitar 124 mmscfd dengah harga gas keekonomian sekitar US$3 per mmbtu.

"Kami telah mengajukan permohonan alokasi dan harga gas itu kepada Menteri ESDM. Kami berharap dukungan pemerintah untuk dapat segera menurunkan harga gas dan membangun infrastruktur kawasan," tuturnya.

Wijaya melanjutkan, pada awalnya Pupuk Indonesia hendak mendirikan pabrik pupuk urea baru di Kawasan Bintuni. Namun, melihat kondisi pasar internasional yang dianggap kurang prospektif pada saat ini, rencana tersebut diurungkan.

"Harga komoditi urea sedang anjlok. Ditambah harga gas di Indonesia masih tinggi dibandingkan negara-negara lain. Itu akan membuat produk kita akan sulit bersaing," jelasnya.

Proyek pembangunan Kawasan Bintuni akan dilakukan di atas lahan sekuas 2.112 hektare.

"Kami sudah koordinasi dengan pemerintah setempat dan akan melibatkan anak-anak perusahaan yang bergerak di bidang utilitas dan logistik seperti PT Pupuk Indonesia Energi dan PT Pupuk Indonesia Logistik." (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya