Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina (Persero) mendukung penuh keputusan pemerintah membekukan sementara keanggotaan Indonesia dalam Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC).
Sebelumnya, keputusan Indonesia itu diambil dalam Sidang ke-171 OPEC di Wina, Austria, Rabu (30/11). Menteri ESDM Ignasius Jonan memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan tersebut.
Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan pembekuan sementara keanggotaan Indonesia dalam OPEC merupakan pilihan rasional dengan mempertimbangkan material balance minyak Indonesia saat ini.
Keinginan OPEC untuk melakukan pemangkasan produksi 1,2 juta barel per hari di luar kondensat yang selanjutnya mengharuskan Indonesia memangkas produksi 5% atau sekitar 37 ribu barel per hari akan berdampak cukup signifikan bagi industri migas dan juga ketahanan energi nasional.
"Saat ini Indonesia justru memerlukan peningkatan produksi minyak mentah untuk mengurangi impor sehingga berapa pun peningkatan yang berhasil dilakukan akan sangat berarti. Apabila Indonesia tidak mengambil keputusan strategis ini, impor minyak mentah kita akan semakin tinggi. Karena itu keputusan pemerintah ini sangat rasional dan realistis untuk kondisi Indonesia saat ini," beber Dwi.
Saat ini, Indonesia mengimpor sekitar 430 ribu barel per hari atau 50% dari kebutuhan minyak mentah untuk pengolahan di kilang nasional. Pada saat sama, Pertamina terus berupaya menekan impor minyak mentah, di antaranya melalui peningkatan produksi di dalam negeri, meningkatkan pembelian minyak mentah domestik bagian kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), dan peningkatan produksi dari aset di luar negeri.
Untuk produksi minyak mentah Pertamina di Tanah Air, hingga September 2016 rata-ratanya mencapai 223 ribu barel per hari atau naik 12% dari periode sama tahun lalu. Pembelian dari KKKS naik menjadi 12.000 barel per hari dari tahun lalu hanya sekitar 4.000 barel per hari.
Pertamina juga ekspansi bisnis hulu ke luar negeri. Hingga September 2016, produksi minyak Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) mencapai 86 ribu barel per hari, adapun gasnya mencapai 207 mmscfd sehingga produksi migas PIEP sampai sembilan bulan pertama 2016 mencapai 122 ribu barel setara minyak per hari.
"Sampai dengan akhir tahun ini Pertamina menargetkan lifting minyak mentah dari hasil produksi PIEP tidak kurang dari 13,63 juta barel," tutup Dwi. (RO/X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved