Inflasi September 0,22%

Antara
03/10/2016 16:02
Inflasi September 0,22%
(ANTARA)

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi September 2016 sebesar 0,22%. Dengan demikian, inflasi tahun kalender Januari-September 2016 mencapai 1,97% dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (yoy) 3,07%.

"Dengan memperhatikan inflasi tahun kalender 1,97%, kita harapkan tiga bulan ke depan inflasi tetap terkendali agar target inflasi bisa tercapai," ujar Kepala BPS Suhariyanto dalam pemaparan di Jakarta, Senin (3/10).

Sementara itu, inflasi komponen inti pada September 2016 tercatat sebesar 0,33% dengan inflasi komponen inti tahun ke tahun (yoy) mencapai 3,21%.

Suhariyanto mengatakan, kenaikan harga pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga menjadi penyumbang terbesar inflasi September dengan angka 0,52%. "Kontribusi terbesar ialah kenaikan uang kuliah perguruan tinggi dan akademi," kata dia.

Kelompok pengeluaran lain yang menyumbang inflasi cukup besar ialah kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,34%, kelompok kesehatan 0,33%, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,29%.

Di bawah itu, kata dia, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan juga menyumbang inflasi pada September 2016 0,19% diikuti kelompok sandang sebanyak 0,13%.

Sebalinya, kelompok bahan makanan yang biasanya menjadi penyumbang inflasi, pada September 2016 malah mencatat deflasi 0,07% karena terjadi penurunan harga beras, telur ayam, daging ayam ras, wortel dan cabai rawit.

"Secara keseluruhan, penyebab inflasi kalau dilihat dari komoditas adalah tarif pulsa ponsel, tarif sewa rumah, biaya perguruan tinggi dan akademi, rokok kretek filter, tarif listrik dan cabai merah," kata Suhariyanto.

Dari 82 kota IHK, sebanyak 58 kota menyumbang inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga 1,85% dan inflasi terendah di Purwokerto dan Banyuwangi masing-masing 0,02%. Adapun deflasi tertinggi terjadi di Pontianak 1,06%. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya