Proyek LRT Kerek Investasi Properti

Antara
29/9/2016 21:02
Proyek LRT Kerek Investasi Properti
(Istimewa)

PROYEK-proyek properti dengan dukungan infrastruktur transportasi memiliki prospek yang cerah. Hal itu termasuk proyek yang dikembangkan di lintasan kereta api ringan (light rail transit) Jakarta.

"Kehadiran light rail transit membantu pengembangaan proyek properti. Infrastruktur transportasi menolong pertumbuhan pengembangan maupun investasi properti,” tutur Director Head of Research and Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, di Jakarta, Kamis (29/9).

Proyek properti yang berada di sekitar lintasan awal hingga akhir LRT akan dapat lebih berkembang. “Apalagi pembangunan LRT progress-nya lebih cepat,” imbuhnya.

Anton menambahkan pembangunan infrastruktur akan mengerek harga lahan dan properti. Keberadaan infrastruktur seperti LRT akan mendorong terbukanya aksesibilitas dan mendorong kenaikan harga tanah dan properti, rata-rata bisa 15%-20% per tahun untuk jangka panjang.

Pembangunan LRT merupakan bentuk upaya pemerintah dalam mengurangi kemacetan lalu lintas di wilayah Jabodetabek dan diatur dalam Peraturan Presiden (PP) No 98/2015 tentang Percepatan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Ada tiga lintasan (trase) yang dibangun dalam tahap pertama. Pertama, koridor Cawang–Cibubur sepanjang 14,3 kilometer. Kedua, koridor Cawang-Bekasi Timur sepanjang 18,3 km, dan koridor ketiga Cawang-Dukuh Atas (10,5 KM). Ketiga lintasan itu ditargetkan beroperasi penuh pada 2019.

Dengan rencana itu, Anton menyebut, potensi properti di sekitar area awal hingga akhir perjalanan LRT kian menjanjikan. Banyak aktivitas permukiman dan bisnis akan tumbuh di sekitar kawasan awal, stasiun pemberhentian, hingga di akhir angkutan massal itu. "Aktivitas komersial dan sosial akan didorong untuk berkonsolidasi dalam bangunan vertikal di sekitar stasiun."

Senada, Direktur Utama PT Pikko Land Development Tbk Nio Yantony mengatakan, dengan adanya pengembangan LRT di stasiun Cawang, transportasi sekitar Jakarta dipastikan lebih nyaman. Sebagai titik awal perjalanan ketiga trase LRT di Jakarta, aktivitas ekonomi di sekitar Cawang dipastikan meningkat sekaligus jadi sentimen positif bagi industri dan pertumbuhan investasi properti.

Ia menyebut proyek sedang mereka kembangkan, Signature Park Grande pun kian representatif sebagai hunian perkotaan karena lokasinya yang strategis. Selain ‘dekat kemana-mana’ seperti pusat perkantoran, pendidikan, kesehatan, dan hiburan, apartemen itu juga mendapatkan akses LRT.

Dia menambahkan sebelum proyek LRT Cawang mulai dioperasikan pada akhir 2017, para pemilik unit apartemen di menara The Green Signature telah dapat menempatinya mulai Juni 2017. Sedangkan unit menara The Light mulai diserahkan pada Desember 2016.

“Hunian Signature Park Grande yang berada di daerah sekitar titik awal perjalanan LRT Cawang merupakan peluang yang menjanjikan bagi enduser maupun investor properti” kata Nio Yantony.

Signature Park Grande merupakan kawasan pengembangan terintegrasi yang terdiri dengan dua menara yaitu The Light (19 lantai) dan Green Signature (20 lantai) dengan total 2.500 unit bersertifikat strata title. Setiap menara memiliki tiga tipe unit kamar dan dipasarkan dengan harga kompetitif mulai Rp700-jutaan hingga Rp1,6 miliar. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya