Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM upaya mendorong kedaulatan pangan Indonesia, Partai NasDem ikut berkontribusi dengan menciptakan program Rumah Pangan NasDem (Rumpanas) yang berbasis komunitas.
"Program ini merupakan satu sentuhan konkret yang bisa diberikan oleh Partai NasDem melalui proses birokrasi lokal untuk mengembangkan sistem pangan berbasis komunitas yang inklusif, bermanfaat secara ekonomi, dan berkelanjutan," kata Ketua Bidang Pertanian, Peternakan, dan Kemandirian Desa Partai NasDem, yang juga Anggota Komisi IV DPR, Sulaeman L Hamzah dalam Sarasehan Pangan Partai NasDem: Komitmen NasDem mendorong kedaulatan pangan nasional berbasis komunitas di Jakarta, Selasa (13/8).
Program aksi Rumpanas, sambung dia, bertujuan mengedepankan komoditas pertanian unggulan lokal ke dalam sistemn pangan daerah, bahkan nasional. Program itu nantinya akan fokus pada peningkatan produksi pangan lokal, pengembangan teknologi pertanian, serta peningkatan akses pasar bagi petani.
Baca juga : Perlu Terobosan Baru Jaga Stabilitas Harga Pangan
"Selain itu, Program Rumpanas akan menjadi pusat edukasi bagi petani, memberi pelatihan tentang teknik pertanian modern, pengelolaan usaha tani, serta akses kepada informasi pasar dan keuangan," imbuhnya.
Dalam jangka waktu lima tahun ke depan, setidaknya akan ada 514 Rumpanas yang akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia dalam upaya pengembangan daerah mandiri pangan.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy menyampaikan, Program Rumpanas diharapkan nantinya bisa menciptakan menciptakan stabilitas harga dan pasokan pangan, termasuk cabai yang harganya kerap berfluktuasi.
Baca juga : Ditanya Reshuffle, Jokowi : Saya Masih Punya Kewenangan Itu
"Jadi tidak ada lagi cabai yang harganya Rp80.000. Tidak ada lagi cabai yang harganya di atas Rp100.000," terang Edhy.
Ia menilai program Rumpanas berbasis tingkat komunitas akan berdampak positif terhadap perekonomian daerah, yang pada akhirnya berdampak baik terhadap perekonomian nasional.
"Ini salah satu gagasan yang saya pikir sangat baik untuk dilanjutkan di mana saja. Apalagi kalau semua partai punya gagasan seperti ini," sebutnya.
Sementara itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Profesor Dwi Andreas Santosa berpesan agar Rumpanas diarahkan ke diversifikasi pangan. Apalagi saat ini sekitar 28% masyarakat Indonesia sudah mengganti beras sebagai makanan pokok dengan produk-produk berbahan baku gandum.
"Diversifikasi pangan mutlak harus kita lakukan. Melalui apa? Mengembangkan kembali, menumbuhkembangkan lagi pangan-pangan lokal yang ada di tiap wilayah, dan Partai NasDem harus mendorong ke arah sana," ujarnya. (E-2)
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan harga minyak goreng rakyat Minyakita dalam tren menurun.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus mengantisipasi dampak fluktuasi harga bahan baku plastik terhadap harga pangan pokok, khususnya beras dan gula.
Perum Bulog mencatat realisasi serapan beras yang signifikan pada awal tahun ini. Hingga 5 April 2026, total beras yang berhasil diserap telah mencapai 1,7 juta ton.
Pemerintah terus memperkuat cadangan pangan nasional sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang dapat mengganggu produksi dan distribusi pangan.
Program bantuan pangan beras dan minyak goreng dipastikan sudah mulai dibagikan ke masyarakat berpenghasilan rendah.
Pemerintah memperkuat pengawasan terhadap harga, keamanan, dan mutu pangan menjelang akhir Ramadan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved