Koreksi Pertumbuhan ADB tak Perlu Bikin Galau

Dero Iqbal Mahendra
27/9/2016 17:33
Koreksi Pertumbuhan ADB tak Perlu Bikin Galau
(ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

KOREKSI terhadap proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2016 yang dilakukan Asian Development Bank (ADB) dinilai Menteri keuangan Sri Mulyani sebagai hal yang biasa. Seperti yang diketahui ADB pada Selasa (27/9) pagi mengumumkan revisi pertumbuhan ekonomi Indonesia di termin terakhir tahun ini menjadi 5,0% dari sebelumnya sebesar 5,2%.

Sri Menilai bahwa koreksi tersebut tidak berbeda jauh dengan prediksi dari pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun ini. "Kita memamng memperkirakan pertumbuhan ekonomi di tahun ini berada di kisaran 5,0%," ujar Sri di Jakarta, Selasa (27/9).

Terkait kebijakan Bank Indonesia 7 days repo rate yang baru akan efektif dalam 3 bulan ke depan, Sri juga menganggap itu wajar karena kebijakan membutuhkan waktu penyesuaian. Kebijakan baru dari BI tersebut digadang-gadang dapat menggairahkan perekonomian karena diprediksi akan mempercepat transmisi menuju suku bunga kredit yang rendah.

"Saya rasa kita akan tetap terus bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk koordinasi dalam kebijakan agar momentum ekonomi bisa terus di jaga," terang Sri.

Pada saat yang sama posisi nilai tukar rupiah saat ini mengalami penguatan dan cenderung stabil menjelang masa akhir periode pertama tax amnesty. Sri menilai penguatan tersebut bisa saja disebabkan karena adanya amnesti pajak meski memang bukan satu-satu nya faktor.

"Tentu dengan adanya dana yang masuk dan menjelang deadline pasti akan mempengaruhi tetapi kita akan melihat dari sisi keseluruhan tahun," pungkas Sri. (X-12)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya