Headline
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Surya Paloh tegaskan Partai NasDem akan lapang dada melakukan transformasi regenerasi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH bersama Badan Anggaran DPR sudah memutuskan subsidi listrik pada tahun depan dipangkas dari Rp48,56 triliun menjadi Rp44,98 triliun dengan total pelanggan penerima subsidi 23,15 juta rumah tangga. Pengurangan subsidi itu akan dilakukan dalam beberapa tahap.
Staf Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Perencanaan Strategis Ronggo Kuncahyo mengatakan pengurangan subsidi kepada masyarakat akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu satu tahun. Untuk pelanggan 450 VA akan dilakukan selama 4 tahap dan untuk 900 VA sebanyak 3 tahap dalam satu tahun.
"Jadi, tagihannya ke masyarakat yang tidak tepat sasaran akan naik secara bertahap sampai ke harga keekonomian. Misalnya, yang tadinya disubsidi Rp700 per kwh menjadi Rp400 per kwh sampai subsidi itu tidak dikenakan lagi," ucap Ronggo saat dihubungi, Rabu (21/9).
Menurutnya, hanya akan ada 23,1 juta dari 45,1 juta pelanggan rumah tangga yang disubsidi pemerintah. Rinciannya, 19,1 juta rumah tangga pelanggan 450 VA dan 4,05 juta rumah tangga pelanggan 900 VA. Dari situ, pelanggan 900 VA yang paling banyak dipangkas subsidinya, yakni mencapai 18,8 juta rumah tangga.
"Data itu sudah menurut data TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) per Desember 2015. Jadi masih valid dipakai sekarang," kata Ronggo.
Sebanyak 23,1 juta rumah tangga yang akan dicabut subsidinya pun akan diberikan tarif listrik keekonomian, sesuai tarif listrik 1.300 VA.
"Dayanya terserah mau mereka ubah atau tidak, tapi tarifnya berubah sesuai 1.300 VA mulai tahun depan. Ini supaya mereka tidak kaget melihat tagihannya," imbuhnya. (X-12)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved