Produksi Jagung Ditarget 3,5 Juta Ton di 2017

Andhika Prasetyo
19/9/2016 18:25
Produksi Jagung Ditarget 3,5 Juta Ton di 2017
(ANTARA/Adiwinata Solihin)

MENTERI Pertanian Andi Amran Sulaiman menargetkan produksi jagung pada puncak panen raya 2017 mencapai 3,5 juta ton. Untuk target tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran Rp3 triliun untuk perluasan lahan tanam jagung hingga 2 juta hektare bagi petani.

Amran berharap hasil sebanyak 3,5 juta ton itu bakal diserap oleh Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) sehingga Indonesia tidak perlu lagi mengimpor jagung.

"Tahap pertama dimulai dengan mengembangkan lahan seluas 724 ribu hektare tersebar di 29 provinsi untuk produksi jagung kering pipil," kata Menteri Amran di Kantor Kementerian Pertanian Jakarta, Senin (19/9).

Penyediaan lahan tersebut, lanjutnya, dimaksudkan agar pengusaha dan petani bisa saling bersinergi dan menghilangkan kesenjangan antara keduanya, bahkan saling memberi keuntungan satu sama lain. "Jadi tidak ada lagi jalan sendiri-sendiri, pengusaha pakan ternak sibuk dengan pakan, petani berteriak, itu tidak ada lagi," imbuhnya.

Sinergi antara petani jagung dan pengusaha pakan ternak dilakukan melalui pola kemitraan yang ditandai dengan penandatanganan MoU antara GPMT dengan 29 kepala dinas pertanian provinsi. Dinas pertanian itu yang nanti akan memfasilitasi sarana dan memberdayakan petani guna meningkatkan produksi jagung.

Lebih jauh, sinergi itu diharapkan bisa menekan impor jagung. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, tahun ini penurunan impor sudah terlihat. "Sampai hari ini impor kita 800 ribu ton yang tahun lalu 3,6 juta ton. Itu (penurunan) luar biasa, biasanya setiap tahun naik 5%," ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Sekjen GPMT Desianto Budi Utomo mengatakan sinergi yang dilakukan sudah terlihat hasilnya, khususnya dalam hal peningkatan produksi jagung. "Kami ikut kunjungan kerja Pak Amran ke Gorontalo ada peningkatan di sana, di Sulsel ada peningkatan di sana, kalau kurang tinggal minta pemerintah, tinggal SMS. Yang jelas kebutuhan GPMT sebulan 700 ribu ton," jelas Desianto. (X-14)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ahmad Punto
Berita Lainnya