Menabunglah demi Pendidikan Anak

MI
17/6/2016 10:35
Menabunglah demi Pendidikan Anak
(MI/Reza Pratmoko)

TIDAK salah bila ada yang mengatakan biaya sekolah dan kuliah anak bakal merepotkan para orangtua jika tak dipersiapkan sejak dini. Itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di negara maju.

Para orangtua di Amerika Serikat, misalnya, mengeluarkan uang yang sangat banyak untuk membayar pendidikan anak mereka, terutama di perguruan tinggi. Orangtua di Uni Emirat Arab, Hong Kong, dan Singapura bahkan menanggung biaya lebih tinggi lagi.

Berdasarkan survei dari HSBC, orangtua di Amerika membayar US$14 ribu per tahun (sekitar Rp187,7 juta). Meski bukan yang tertinggi, tetap saja angka itu dua kali lipat dari pengeluaran rata-rata untuk pendidikan di dunia.

Adapun orang tua di Uni Emirat Arab dikatakan telah mengeluarkan US$18 ribu per tahun (sekitar Rp241,3 juta)--lebih tinggi daripada orangtua dari negara mana pun--untuk membayar pendidikan tinggi anak mereka.

Kepala penjualan dan distribusi global HSBC, Michael Schweitzer, mengatakan besarnya biaya yang dikeluarkan para orangtua di Uni Emirat Arab itu mencerminkan mayoritas orangtua di sana mengirim anak-anak mereka untuk mengenyam pendidikan di luar negeri.

Sementara itu, masyarakat di Hong Kong dan Singapura memiliki kebiasaan mempersiapkan pendidikan yang tinggi untuk anak mereka. “Ini merupakan hal yang sangat terhormat,” kata Schweitzer seperti dikutip CNN, Senin (13/6).

Laporan yang diterbitkan HSBC juga memperlihatkan hanya sedikit jumlah pelajar atau mahasiswa di Hong Kong dan Singapura yang mengeluarkan uang sendiri untuk pendidikan mereka.

Lain halnya dengan Amerika Serikat. Sekitar 37% dari mahasiswa di sana ikut ‘membantu’ orangtua mereka dengan berkontribusi membayar biaya pendidikan. Di Kanada, jumlahnya mencapai 39%.

Meski demikian, orangtua di AS tetap merasa penting untuk mempersiapkan pendidikan yang baik untuk anak-anak mereka. Tiga dari lima orang di AS mengklaim rela berutang demi pendidikan anak.

Bahkan, banyak orangtua yang merelakan uang pensiun mereka atau tidak lagi membayar uang sewa tempat tinggal, agar anak mereka bisa mendapat pendidikan yang baik.

Agar tidak terjebak dalam keadaan seperti itu, Schweitzer menyarankan para orangtua untuk mulai menabung demi pendidikan anak sejak saat ini. “Kalau ditunda, biaya akan makin menumpuk,” katanya.

Itu menjadi penting karena sekitar 70% pelajar maupun mahasiswa dibebani utang saat bersekolah ataupun kuliah. Bahkan, mereka masih menghadapi kesulitan keuangan setelah melakukan pinjaman dengan bunga yang rendah. (Jay/E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Panji Arimurti
Berita Lainnya