Harga Pertamax Ditahan hingga Lebaran

MI
16/6/2015 00:00
Harga Pertamax Ditahan hingga Lebaran
(MI/Atet)
KENAIKAN harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax akan dilakukan PT Pertamina (persero) saat Lebaran nanti. Harga BBM beroktan 92 itu saat ini dipatok di kisaran Rp9.300 per liter, di bawah harga BBM sejenis Shell Super yang telah dijual Rp9.750 per liter per 12 Juni lalu dan Total Performance 92 di kisaran Rp9.800 per liter.

"Kami mempertimbangkan kondisi perekonomian masyarakat, biasanya harga bahan pokok naik saat puasa dan Lebaran," kata Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang di sela rapat Komisi VII DPR di Jakarta, kemarin.

Momen penaikan harga oleh pesaing, lanjutnya, justru menjadi kesempatan memperoleh tambahan konsumen. "Untuk dapat konsumen dari Shell dan Total. Begitu strateginya," ujarnya.

Meski harga acuan Mean of Platts Singapore (MOPS) naik, ia optimistis itu tidak berlanjut dan bakal turun dalam beberapa hari. "Tidak apa-apa untung Pertamax sedikit. Kalau (harga) tinggi, nanti konsumen pindah ke premium. Kita menghindari migrasi," ujarnya.

Namun, bila harga MOPS naik selama puasa dan Lebaran, harga pertamax akan dinaikkan. "Kita berdoa saat puasa semoga (MOPS) sedikit turun."

Di kesempatan yang sama, Dirjen Migas Kementerian ESDM IGN Wiratmaja Puja menyebut kebijakan harga minyak mestinya bak memperlakukan anak kecil. "Anak kecil yang hanya boleh berdiam di lantai datar dalam rumah, fisiknya akan lemah. Tapi yang sering ke mana-mana, fisiknya lebih kuat.

" Anak kecil yang kuat itu seperti harga minyak yang fluktuatif di negara maju seperti Singapura, Australia, Jepang, Amerika, Inggris. Anak kecil lemah itu layaknya harga minyak bersubsidi seperti di Indonesia. "Kita belum bisa (langsung kuat). Ibarat anak kecil yang tidak pernah ketemu lumpur langsung dicemplungin," lanjut dia.

Pasalnya, konstitusi melarang pemerintah menyerahkan harga BBM kepada mekanisme pasar. Karena itu, pemerintah mempertimbangkan evaluasi harga BBM per tiga atau enam bulan.

Dalam rapat tentang asumsi makro RAPBN 2016 antara Komisi VII dan Kementerian ESDM dan lembaga di bawahnya, premium disepakati tetap tidak disubsidi, sementara solar disubsidi Rp1.000 per liter. Kisaran harga minyak Indonesia (ICP) ada pada level US$60-US$70 per barel. Lifting minyak disepakati pada 800 ribu-830 ribu barel per hari (bph), naik tipis dari target 825 ribu bph dalam APBN-P 2015. (Jes/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya