PELUANG jasa keuangan dan ekonomi berbasis syariah masih terbuka lebar. Musababnya Indonesia memiliki bonus demografi dengan pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat. Demikian sambutan Presiden Joko Widodo pada peresmian Pasar Rakyat Syariah dan pencanangan kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah 2015 di Jakarta, kemarin.
"Kita perlu beri perhatian pada sektor jasa keuangan syariah, tumbuh pesat, tapi belum optimal dari potensi yang ada," kata dia. Selama ini industri keuangan syariah acap mencatat pertumbuhan hingga dua digit persentase. Meski begitu, besarannya masih tertinggal jauh dengan sektor keuangan konvensional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pangsa aset perbankan syariah sampai dengan Maret 2015 tercatat baru 4,7% total sektor perbankan nasional.
Sementara itu, volume usaha Rp268,4 triliun. Di industri keuangan nonbank (IKNB), aset berbasis prinsip syariah baru 3,93% dari total aset IKNB secara umum. Total nasabah keuangan syariah pada triwulan I 2015 ialah 23 juta. Data itu, menurut Jokowi, menggambarkan pertumbuhan sektor ekonomi syariah belum digarap maksimal.
"(Padahal), Indonesia negara dengan lembaga keuangan mikro terbesar di dunia, negara penerbit sukuk terbesar, dan satu-satunya negara yang menerbitkan sukuk ritel. Ini bisa digunakan dan dikembangkan." Menurutnya, potensi peningkatan pangsa pasar keuangan syariah masih sangat terbuka mengingat berdasarkan data Bank Dunia 2014, tercatat baru 36,1% dari orang dewasa di Indonesia yang memiliki akun bank.
Jokowi pun menilai jasa keuangan dan ekonomi syariah bisa punya peran strategis dalam pembangunan nasional. Umpama, dalam hal pengembangan UMKM maupun pembiayaan infrastruktur. "Kuncinya ialah membangun pemahaman masyarakat secara berkelanjutan, inovasi layanan, serta perlindungan kepada nasabah," cetusnya.
Dari bantal Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengakui perkembangannya industri keuangan syariah yang dimulai dua dasawarsa lalu di Indonesia belum maksimal. "OJK bersama dengan stakeholders keuangan syariah akan terus gencar untuk meningkatkan penetrasi industri perbankan syariah, dengan memberikan edukasi dan sosialisasi. Salah satu caranya dengan kampanye Aku Cinta Keuangan Syariah," tutur Muliaman.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan keuangan syariah dapat memberikan sistem alternatif pembiayaan bagi masyarakat."Sistem keuangan syariah itu akan menarik mereka yang tidak percaya sistem keuangan konvensional, yang selama ini menaruh uangnya di bawah bantal, bisa masuk ke sistem perbankan."
OJK menggelar Pasar Rakyat Syariah sebagai wadah kampanye keuangan syariah nasional bagi masyarakat dan bagian dari gerakan Aku Cinta Keuangan Syariah. Kampanye dilakukan di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Balikpapan. Pasar Rakyat Syariah akan diramaikan berbagai gerai yang menampilkan produk-produk keuangan syariah. Di sana, para pengunjung dapat memperoleh pengetahuan mengenai profil, kelebihan, dan manfaat produk yang ada di pasaran.