PADA situs jual beli, eBay, dolar Zimbabwe dengan nominal 100 miliar dihargai sebesar US$35 (Rp466,7 ribu) oleh kolektor. Tawaran itu merupakan keberuntungan jika dibandingkan dengan nilai penawaran Reserve Bank of Zimbabwe (RBZ) yang cuma 40 sen.
Rendahnya harga yang diberikan otoritas moneter dari negara Benua Afrika itu dianggap sebagai pengganti dalam upaya mengubur mata uang negara yang sudah dianggap tidak bernilai lagi. Pasalnya, mata uangnya sudah tidak dicintai oleh masyarakatnya.
Malapetaka peninggalan dolar Zimbabwe bermula dari krisis ekonomi global di 2008 lalu. Badai ekonomi dunia menyebabkan terjadinya hiperinflasi di sana, yakni 500 miliar persen. Harga barang dan jasa meningkat minimal dua kali dalam sehari.
Puncak inflasi Zimbabwe dianggap Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai catatan terburuk dalam sejarah. Apalagi, negara tersebut tidak dalam kondisi berperang.
Nilai dolar Zimbabwe merosot tajam. Buktinya, kala itu masyarakat sudah membawa kantung berisikan uang untuk pergi berbelanja.
Akhirnya pada Jumat pekan lalu, RBZ menyatakan dolar Zimbabwe tidak lagi menjadi alat pembayaran di sana. Otoritas sistem pembayaran menetapkan dolar AS sebagai mata uang negara mereka.
Kendati begitu, bank sentral mengumumkan warga Zimbabwe memiliki kesempatan menukarkan uang mereka dalam dolar Zimbabwe ke dolar AS paling lambat hingga September mendatang. Kuadriliun dolar Zimbabwe ditukarkan dengan beberapa dolar AS.
Meski demikian, ekonom mengatakan bahwa 90% kegiatan perekonomian Zimbabwe sudah menggunakan dolar AS sejak 2009 lalu.
Selain mata uang Afrika Selatan, rand. Karena itu, hanya sebagian kecil masyarakat akan ke bank untuk menukarkan uang yang telah digunakan selama beberapa dekade itu. Apalagi, mereka bisa mendapatkan kesepakatan yang jauh lebih baik di tempat lain.
''Saya rasa menukarkan dolar Zimbabwe merupakan kegiatan buang-buang waktu. Saya lebih suka menjual uang (dolar Zimbabwe) untuk turis,'' kata Shadreck Gutuza, mantan pedagang mata uang yang sekarang memiliki kegiatan membeli dan menjual mobil bekas dari Jepang.
''Bahkan sebagian besar orang justru membakar uang (dolar Zimbabwe) atau dibuang,'' katanya kepada Reuters.
Di eBay, seorang penjual merayu akan membeli 100 lembar dolar Zimbabwe dengan nominal 50 triliun seharga US$1.000. Dolar Zimbabwe senilai 100 triliun merupakan mata uang dengan nominal terbesar yang pernah dicetak oleh bank sentral. Bahkan sejumlah wisatawan diketahui membeli dolar Zimbabwe dengan nominal 100 triliun seharga US$20.
''Saya membeli dolar Zimbabwe 100 triliun sebesar $10 bila jumlahnya banyak, tetapi (dolar Zimbabwe) harus dalam keadaan bersih,'' kata pedagang India yang menjual kain di pusat Kota Harare, Zimbabwe.(Reuters/E-5)